Posko Transportasi Laut Idul Fitri di Masa Pandemi
DARILAUT.ID | 01/05/2021 16:45
Posko Transportasi Laut Idul Fitri di Masa Pandemi
Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

Darilaut – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan secara resmi menyelenggarakan Posko Pengendalian Transportasi Laut Idul Fitri Tahun 2021 (1442 H).

Posko tersebut dalam rangka meningkatkan koordinasi antar petugas, instansi terkait, penyedia jasa dan asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan transportasi laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengatakan penyelenggaraan transportasi laut Idul Fitri Tahun 2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena saat ini Indonesia memasuki tahun kedua masa pandemi Covid-19.

Hal ini juga sejalan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 dan Addendum Surat edaran Nomor 13 tahun 2021 serta PM No 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Tahun ini telah ditetapkan 3 (tiga) periode pengendalian transportasi yaitu masa menjelang peniadaan mudik yaitu mulai tanggal 22 April s/d 5 Mei 2021, masa peniadaan mudik yaitu tanggal 6 Mei s/d 17 Mei 2021 dan masa pasca peniadaan mudik yaitu tanggal 18 Mei s/d 24 Mei 2021,” kata Dirjen Agus, di Jakarta, Rabu (28/4).

Untuk itu, diperlukan persiapan untuk kelancaran, ketertiban, keamanan dan keselamatan dalam penyelenggaraannya dengan meningkatkan koordinasi secara terpadu dengan instansi terkait dan Pemerintah Daerah yang diwujudkan dalam posko tersebut.

Posko ini untuk menjamin keselamatan dan kesehatan penumpang dan awak kapal, petugas pelabuhan di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Adapun posko pengendalian transportasi laut Idul Fitri 1442 H dilaksanakan di 51 pelabuhan pantau dan juga disiagakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Saya minta kepada seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut agar mempersiapkan dan melaksanakan Posko Pengendalian Transportasi Laut Idul Fitri 1442 H ini dengan rasa tanggung jawab, ikhlas dan sungguh-sungguh. Jangan segan-segan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik di pelabuhan, maupun di atas kapal laut selama dalam pelayarannya,” ujarnya.

Kepada para Kepala UPT, Dirjen Agus juga meminta untuk mengoptimalkan potensi personil pada daerahnya masing-masing. Terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi agar dapat melaksanakan Posko Pengendalian Transportasi Laut Idul Fitri 1442 H dengan sebaik mungkin agar tidak terjadi penumpang tetap ingin mudik.

“Memastikan seluruh penumpang yang di perbolehkan melakukan perjalanan melalui transportasi laut, petugas baik di pelabuhan maupun di kapal menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan menghindari kerumunan,” katanya.

Selain itu, Dirjen Agus juga mengingatkan agar selalu dilakukan pengecekan suhu tubuh kepada seluruh penumpang dan petugas baik di pelabuhan maupun di kapal. Selain itu, penerapan jaga jarak (physical distancing) baik di terminal penumpang maupun di kapal.

Kemudian, menyediakan petugas pengawas Protokol Kesehatan dengan atribut, fasilitas kesehatan dan bekerjasama dengan instansi terkait apabila diduga ada penumpang maupun petugas yang diduga terinfeksi Covid-19. Selanjutnya, memastikan bahwa seluruh fasilitas di pelabuhan maupun di kapal telah dibersihkan dan didisinfektan secara berkala oleh instansi atau operator yang bertanggung jawab.

Syahbandar wajib melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi.

Syahbandar harus mengantisipasi terjadinya potensi risiko yang timbul dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Selain itu menyiapkan kapal negara untuk keadaan darurat dari Kapal Kenavigasian, Kapal KPLP, dalam rangka meningkatkan kesiagaan tanggap darurat angkutan laut.

“Mari kita bersama-sama bahu membahu dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran serta berkoordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait, termasuk dengan BMKG setempat untuk menyebarluaskan perkiraan cuaca dari BMKG kepada masyarakat maritim untuk mewaspadai terjadinya cuaca buruk,” katanya.

darilaut.id


BERITA TERKAIT