Perubahan Iklim, Kearifan Lokal Nelayan Membaca Cuaca Banyak Berubah
DARILAUT.ID | 31/05/2021 11:47
Perubahan Iklim, Kearifan Lokal Nelayan Membaca Cuaca Banyak Berubah
Ilustrasi nelayan. TEMPO/Dasril Roszandi

Darilaut – Nelayan di Indonesia memiliki kearifan lokal dalam membaca cuaca. Namun kearifan lokal nelayan ini sudah banyak yang berubah.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, nelayan selama ini telah mempunyai kearifan lokal dalam membaca cuaca, namun karena adanya perubahan iklim dan cuaca Ekstrim, kearifan lokal ini sudah banyak berubah dari kebiasaannya.

Untuk itu, informasi BMKG semestinya bisa dimanfaatkan oleh semua sektor terutama sektor kelautan di Jawa Tengah.

Di tengah pandemi Covid-19, dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat BMKG menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Tema kegiatan ini “Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan meningkat dan aman berbasis Informasi Cuaca”.

Masyarakat di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati sebagian besar berprofesi sebagai Nelayan. Baik nelayan tangkap maupun nelayan tambak.

Nelayan di wilayah ini bekerja di kapal berbobot besar dengan wilayah jelajah sampai ke Seluruh Nusantara.

Hal ini dapat dilihat jika kita berkunjung ke Pelabuhan Bajomulyo Pati. Kapal-kapal besar sandar dan berjejer di pelabuhan Bajomulyo.

Begitupula dengan ramainya aktivitas tempat pelelangan Ikan di Bajomulyo saat kapal-kapal datang dan membongkar muatan hasil tangkapan ikan.

BMKG akan membantu para nelayan di Kabupaten Pati yang berlayar sampai 6 bulan di laut agar dapat mengetahui peta daerah penangkapan ikan dan mengetahui informasi cuaca selama pelayaran.

Dengan informasi yang lengkap nelayan dapat menyiapkan perbekalan yang harus dibawa dan nelayan juga akan mengantisipasi dalam menghadapi cuaca ektrim sehingga bisa melaut dengan aman.

BMKG lewat Pusat Meteorologi Maritim dan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang telah mengembangakan beberapa inovasi dan produk yang dapat dipakai oleh nelayan Pati dalam menunjang kegiatan penangkapan ikan.

Nelayan bisa mengetahui potensi cuaca ekstrim yang akan terjadi selama pelayaranya dan juga bisa mengetahui Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan di wilayah Indonesia.

Menurut Guswanto, BMKG telah memasang fasilitas Display Outdoor Informasi Cuaca di Pelabuhan Bajomulyo Kabupaten Pati yang memuat informasi prakiraan cuaca dan peta prakiraan daerah penangkapan ikan yang dapat dilihat oleh nelayan sebelum melaut.

Mengetahui adanya potensi cuaca ekstrim yang akan terjadi dapat menghindari nelayan bertemu cuaca ekstrim di Laut.

Dengan mengetahui peta prakiraan daerah penangkapan Ikan (peta PDPI) nelayan bisa fokus menenntukan tujuan pelayarannya sehingga bisa memprakirakan perbekalan yang akan di bawa untuk melaut, sehingga lebih efisien.

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Pati berlangsung pada Senin 24 Mei 2021. Sekolah lapang ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 dan mempunyai alumni sebanyak 42 ribu di seluruh Indonesia.

darilaut.id


BERITA TERKAIT