Potensi Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa Timur
DARILAUT.ID | 08/06/2021 11:34
Potensi Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa Timur
Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri

Darilaut – Gempa magnitudo 8,7 dan tsunami setinggi 29 meter di pantai selatan Jawa Timur adalah potensi dan bukan prediksi. Demikian siaran pers Biro Hukum Dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (5/6).

BMKG merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online. Untuk itu, BMKG menjelaskan sebagai berikut:

Pertama, Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

Kedua, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

Ketiga, berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7.

Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami.

Pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat dan pihak swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai. BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi.

Pemerintah Daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan respons penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.

Keempat, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

darilaut.id


BERITA TERKAIT