Tidak Disarankan Menggunakan Tabung Selam Untuk Pengobatan Pasien Covid-19
DARILAUT.ID | 15/07/2021 08:59
Tidak Disarankan Menggunakan Tabung Selam Untuk Pengobatan Pasien Covid-19
Ilustrasi wanita menyelam. Unsplash.com/Francisco Jesús Navarro Hernández

Darilaut – Tabung yang biasa digunakan untuk menyelam memiliki perbedaan dengan tanki medis. Itu sebabnya tidak disarankan menggunakan tabung selam untuk pengobatan pasien Covid-19.

Melansir Ipb.ac.id, Divers Alert Network (DAN) Indonesia, Bayu Wardoyo, mengatakan, tabung selam memiliki dua jenis bahan yakni aluminium dan baja. Perbedaan signifikan ada pada keran tabungnya.

Perlu diperhatikan dengan seksama, selama masih ada tabung medis, maka gunakanlah tanki medis.

Adapun apabila keadaan sudah sangat darurat, kata Bayu, barulah kemungkinan tabung selam ini digunakan. Namun dalam penggunaannya, carilah orang yang bersertifikat dalam menangani oksigen service agar dapat digunakan sebagai tabung oksigen.

Menurut Bayu, kemungkinan tabung selam digunakan menjadi tabung oksigen. Namun, ini memerlukan banyak perlakuan dan kehati-hatian.

Penggunaan tabung selam tidak disarankan dilakukan secara umum pada masyarakat, tanpa pengetahuan spesialis dalam penanganan oksigen.

Pada saat tabung selam digunakan sebagai tabung oksigen, maka disarankan menggunakan tanki baru untuk menjaga kebersihan oksigen. Gas oksigen memiliki beberapa residu sebagai musuhnya yang dapat membahayakan, seperti debu, minyak, dan oli.

Kontaminan-kontaminan ini, menurut Bayu, memiliki potensi membuat kebakaran dalam penggunaan tabung selam.

“Sebaiknya tidak menggunakan tanki scuba, apabila dilakukan tanpa pengetahuan maka dapat berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Bayu seperti dikutip dari Ipb.ac.id, Rabu (14/7).

Meningkatnya kasus Covid-19 diiringi kebutuhan fasilitas kesehatan yang dapat menunjang pelayanan dan pengobatan pasien. Salah satu yang dibutuhkan adalah tabung oksigen yang dapat digunakan untuk menjaga saturasi oksigen pasien Covid-19.

Dengan adanya kelangkaan tabung oksigen memunculkan masukan dari sejumlah orang berkaitan dengan penggunaan tabung selam yang biasa digunakan oleh penyelam.

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Dr Beginer Subhan, melalui Instagram membuat diskusi dengan tajuk “Bisakah Tabung Selam jadi Tabung Oksigen?” Selasa (13/7).

Diskusi ini mengundang Bayu Wardoyo sebagai narasumber dan instruktur Scuba School Internasional (SSI) dan instruktur Selam IPB University Rizya Ardiwijaya.

Menurut Rizya, tabung selam itu ada yang 12 liter dan bahannya menggunakan aluminium. Tidak semudah itu tabung selam dikonversi menjadi tabung oksigen. Ada proses pembersihan dan penggantian.

Berkaitan dengan konversi tabung selam menjadi tabung oksigen, kata Rizya, dapat berpotensi mengeluarkan modal yang lebih besar dari pada tabung oksigen medis yang ada.

darilaut.id


BERITA TERKAIT