100 Tahun Hidrografi Dunia, Pushidrosal Gelar Ekspedisi Aurora
DARILAUT.ID | 19/07/2021 20:07
100 Tahun Hidrografi Dunia, Pushidrosal Gelar Ekspedisi Aurora
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menuruni tangga usai melakukan inspeksi ke dalam kapal selam KRI Nanggala-402 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin, 6 Februari 2012. Kredit: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/12.

Darilaut – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) akan menggelar ekspedisi Jala Citra I “Aurora” di perairan Halmahera dan Papua.

Ekspedisi ini direncanakan akan berlangsung pada bulan Agustus hingga Oktober ini dengan menggunakan KRI Spica-934 yang merupakan unsur dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama.

Penyelenggaraan Ekspedisi Aurora, seperti dilansir dari Pushidrosal.id, merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia.

Peringatan satu abad hidrografi dunia pada tahun ini, merupakan momentum emas yang menegaskan eksistensi dan perjalanan panjang, serta transformasi peran hidrografi. Peran ini tidak hanya turut menjamin keselamatan navigasi pelayaran, akan tetapi juga memberikan kontribusi bagi kepentingan strategis lainnya.

Untuk lebih menajamkan serta melengkapi pandangan ilmiah terkait kegiatan ekspedisi tersebut, Pushidrosal menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh para ahli kelautan, akademisi dan stake holder terkait, dengan tema ”Mengungkap Sumberdaya Kelautan di Wilayah Perairan Halmahera, dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.”

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr Agung Prasetiawan, dalam sambutan, mengatakan, arahan Kepala Staf TNI AL bahwa kegiatah ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan.

Ekspedisi ini untuk penggunaan khasanah pengetahuan, serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan, serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional. Sehingga dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang diakui dunia.

Menurut Danpushidrosal, Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini akan mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua dalam rangka turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam kegiatan ekspedisi ini, Pushidrosal juga mengundang partisipasi aktif para peneliti dari Kementerian, Lembaga terkait serta perguruan tinggi khususnya yang terkait dengan bidang hidrografi, geodesi, geologi, oseanografi, meteorologi, kelautan serta perikanan.

Dalam FGD ini, Danpushidrosal menginformasikan tentang pembangunan Web-Portal Pushidrosal yaitu Indonesia Hydrographic Data Centre (IHDC). Web ini merupakan platform Pusat Informasi Hidrografi Spasial yang dikembangkan Pushidrosal.

Dengan adanya Web-Portal, lebih memberikan kemudahan bagi penyelenggaraan fungsi pemetaan dan publikasi nautika untuk kepentingan navigasi dan pelayaran. Selain itu, layanan akses data hidrospasial wilayah Indonesia bagi masyarakat maritim yang akurat dan mutakhir untuk berbagai aplikasi untuk mendukung pembangunan nasional.

darilaut.id