Ini Rekomendasi Hasil Analisis Geologi Gempa Togean Tojo Una-Una
DARILAUT.ID | 29/07/2021 10:56
Ini Rekomendasi Hasil Analisis Geologi Gempa Togean Tojo Una-Una
Gempa M 5,5 guncang Mamasa Sulawesi Barat. Kredit: BMKG

Darilaut – Guncangan gempa kuat terjadi pada Senin (26/7) siang dan malam di Togean Tojo Una-Una, Teluk Tomini.

Lokasi pusat gempabumi di siang hari pada koordinat 0,73°LS dan 121,87°BT, dengan magnitudo 5,9 dan di malam hari pada koordinat 0,73°LS dan 121,92°BT, dengan magnitudo 6,5.

Guncangan gempa siang hari dirasakan pada skala intensitas III – IV MMI (Modified Mercally Intensity).

Guncangan gempa pada Senin malam terasa cukup kuat di Kota Ampana yang mengakibatkan masyarakat panik. Guncangan ini dengan skala intensitas V – VI MMI.

Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Dengan adanya kejadian gempat kuat pada Senin siang dan malam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui laman vsi.esdm.go.id, telah membuat analisis dan memberikan rekomendasi sebagai berikut:

Pertama, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan, serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami

Kedua, kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan kerusakan bangunan. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman.

Ketiga, bangunan yang terletak pada Kawasan Rawan Bencana menengah dan tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

Keempat, kejadian gempabumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard). Bahaya ini berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi tipe non aliran. Oleh karena itu penduduk agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena tersebut.

Kelima, penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempabumi kuat dan curah hujan tinggi.

darilaut.id


BERITA TERKAIT