Abrasi di Karawang Merusak 177 Rumah
DARILAUT.ID | 19/08/2021 15:28
Abrasi di Karawang Merusak 177 Rumah
Suasana rumah warga yang hancur terkena dampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Tidak sampai satu dekade semuanya telah berubah. Masa keemasan di sana hanya berjalan sejak tahun 1998-2005. Pada tahun 2005 hingga kini ladang tambak mulai tergenang banjir, ikan dan udang sering hilang terbawa pasangnya air laut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Darilaut – Abrasi pantai di Desa Cemara Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (16/8) merusak sebanyak 177 unit rumah. Dari 177 rumah warga tersebut, yang mengalami rusak berat 75 unit, rusak sedang 54 dan rusak ringan 48.

Abrasi pantai yang bersamaan dengan gelombang ekstrem ini terjadi Senin pukul 19.15 waktu setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kawarang mengatakan total rumah rusak sebanyak 177 unit dengan tingkat yang berbeda.

Sebanyak 138 warga mengungsi ke tempat kerabat dan tetangga sekitar serta 474 warga atau 173 KK terdampak.

Sejauh ini tidak ada informasi korban jiwa maupun warga luka-luka akibat abrasi pantai tersebut. BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Karawang berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan maupun desa.

Berdasarkan kajian inaRISK, wilayah Cibuaya merupakan salah satu kecamatan dari total 9 kecamatan yang berpotensi gelombang ekstrem dan abrasi dengan kategori sedang hingga tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, mengatakan setiap tahun pesisir Desa Cemarajaya yang berada di Kecamatan Cibuaya ini terkikis abrasi yang menyebabkan gelombang laut sampai di pemukiman warga.

 darilaut.id


BERITA TERKAIT