Topan Odette Menewaskan 208 Warga di Filipina
DARILAUT.ID | 20/12/2021 12:36
Topan Odette Menewaskan 208 Warga di Filipina

Darilaut – Topan Odette yang melintasi sejumlah wilayah Kepulauan di Filipina menewaskan sedikitnya 208 warga setempat.

Mengutip Philstar.com, Senin (20/12), juru bicara Kepolisian Nasional mengatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi 208 di Filipina setelah Topan Odette melanda negara itu, menghantam wilayah provinsi-provinsi di bagian tengah dan selatan.

Odette, badai terkuat di Filipina ini dikenal dengan sebutan Rai. Siklon tropis ini bergerak dari Samudera Pasifik, kemudian menerjang sejumlah pemumikan warga di beberapa wilayah Mindanao, Bohol dan Visayas.

Badai ini merusak rumah, merobohkan tiang listrik dan menumbangkan pepohonan. Selain itu, hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Gubernur Bohol Arthur Yap, Senin (20/12) meminta sumbangan generator set yang dibutuhkan untuk menjalankan stasiun pengisian air.
Menurut Yap, kalau mereka tidak bisa mendapatkan listrik kembali, yang penting sekarang setidaknya memiliki genset dasar agar pengecer air isi ulang dapat beroperasi.

Pejabat tersebut meminta pemegang konsesi pasokan air dan unit pemerintah daerah yang memiliki kemampuan pengisian ulang air dengan truk untuk mengirim peralatan ke provinsi pulau tersebut.

Yap juga mengimbau pemasok bahan bakar untuk pengiriman lebih banyak dan mengirim tongkang pasokan karena Bohol bergantung pada genset.

Tongkang penyimpanan bahan bakar di lepas pantai ini dapat digunakan untuk stok bahan bakar.

Bohol adalah salah satu provinsi yang paling parah dilanda Odette dan sedikitnya 74 orang dilaporkan tewas di wilayah tersebut.

Sementara itu, kapal pesiar kepresidenan BRP Ang Pangulo telah diubah menjadi kapal rumah sakit. Kapal ini berlayar ke Siargao di Surigao del Norte bersama angkatan laut yang mengerahkan kapalnya untuk membantu daerah yang terkena dampak Topan Odette.

Ang Pangulo, sekarang menjadi kapal rumah sakit dengan 10 tempat tidur, bergabung dengan puluhan kapal angkatan laut yang telah diperintahkan untuk operasi Bantuan Kemanusiaan dan Tanggap Bencana.

Personil Angkatan Laut Mindanao Timur juga telah menyortir, mengemas ulang, dan mengangkut barang-barang bantuan untuk didistribusikan ke barangay-barangay di dekat Stasiun Pemantauan Littoral Surigao.

Buletin informasi Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan siklon tropis Rai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Rai Senin (20/12) dan Selasa (21/12) adalah gelombang laut dengan tinggi 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Anambas, perairan selatan Kepulauan Natuna dan Laut Natuna.

Gelombang laut dengan tinggi 2,5 – 4 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna utara, perairan utara Kepulauan Natuna, dan perairan Kepulauan Subi Serasan.

darilaut.id


BERITA TERKAIT