Ratusan Kura-Kura Endemik di Payakumbuh Akan Dikembalikan ke Habitat Asal di Papua
DARILAUT.ID | 30/04/2022 09:01
Ratusan Kura-Kura Endemik di Payakumbuh Akan Dikembalikan ke Habitat Asal di Papua
Seekor kura-kura di Taranaki, Selandi Baru, kabur dari kandang. Stuff

Darilaut – Ratusan kura-kura endemik yang terancam punah akan dikembalikan ke habitat asal di Papua. Satwa endemik kura-kura moncong babi itu akan dikirim dari Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) ini merupakan barang bukti pelaku perdagangan tumbuhan dan satwa liar.

Dari 472 ekor kura-kura moncong babi yang masih hidup sebanyak 282 ekor akan dikembalikan ke Papua, tepatnya di Timika melalui BBKSDA Papua setelah mendapatkan izin dari Hakim.

Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Sumatera Barat, Ardi Andono, mengatakan, untuk memperlancar proses pengiriman Kura-kura Moncong Babi, BKSDA Sumbar telah melakukan pelatihan penanganan kura kura moncong babi pada 7 April 2022 yang melibatkan  BBKSDA Papua, BKSDA DKI, Polda Sumbar, Balai Karantina Ikan Padang dan NGO lokal.

Proses pengiriman ini dari Bandara Minangkabau, transit di Bandara Soekarno Hatta hingga ke Timika.

Kasus perdagangan tumbuhan satwa liar kura-kura moncong babi dan kura-kura baniang coklat telah sampai pada tahap II.

Tahap II berarti penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Pada Rabu (20/4) penyidik telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa.

Menurut Ardi, pelaku dengan inisial MIH warga kota Payakumbuh sebelumnya telah diamankan oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Sumbar bekerja sama dengan Ditreskrimsus Polda Sumbar tanggal 7 Maret.

Pelaku merupakan jaringan sindikat perdagangan internasional dan saat ini telah mendapatkan perhatian publik sehingga dalam penuntutannya dan putusan diharapkan menimbulkan efek jera terhadap tersangka.

Kini pelaku sudah dilimpahkan kepada JPU Kejaksaan Negeri Payakumbuh untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan.

Pelaku terancam pasal 21 ayat 2 huruf d juncto pasal 40 ayat 2 UU nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE dengan ancaman pidana penjara paling lama Lima tahun dan denda maksimal seratus juta rupiah.

Barang bukti 472 ekor kura-kura Mocong Babi dan 6 ekor kura-kura Baning coklat (Manouria emys).

Barang bukti ekor baniang coklat telah di lepasliarkan di Taman Hutan Raya (Tahura Moh Hatta) yang berbatasan dengan Suaka Margasatwa (SM) Barisan.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT