Ada Miliaran Komet Mengelilingi Matahari, Baru 3.743 yang Sudah Diketahui
DARILAUT.ID | 10/05/2022 11:01
Ada Miliaran Komet Mengelilingi Matahari, Baru 3.743 yang Sudah Diketahui
Komet 288P. (NASA)

Darilaut – Hingga saat ini tercatat sebanyak 3.743 jumlah komet yang sudah diketahui. Padahal, kemungkinan ada miliaran komet yang mengorbit Matahari.

Komet adalah sisa-sisa pembentukan tata surya yang terdiri dari debu, batu dan es. Ukuran komet berkisar beberapa mil hingga puluhan mil lebarnya.

Tetapi, seperti ditulis Solarsystem.nasa.gov, saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, komet akan memanas dan memuntahkan gas dan debu bercahaya.

Komet adalah bola salju kosmik dari gas beku, batu, dan debu yang mengorbit Matahari. Saat dibekukan, komet seukuran kota kecil.

Ketika orbit komet membawanya dekat dengan Matahari, akan memanas dan memuntahkan debu dan gas bercahaya raksasa yang lebih besar dari kebanyakan planet.

Debu dan gas membentuk ekor yang membentang dari Matahari sejauh jutaan mil. Kemungkinan ada miliaran komet yang mengorbit Matahari kita di Sabuk Kuiper dan bahkan Awan Oort yang lebih jauh.

Komet mengorbit Matahari seperti halnya planet dan asteroid. Komet biasanya memiliki orbit yang sangat panjang.

Saat komet semakin dekat ke Matahari, sebagian es mulai mencair dan mendidih, bersama dengan partikel debu. Partikel dan gas ini membuat awan di sekitar nukleus, yang disebut koma.

Koma diterangi oleh Matahari. Sinar matahari juga mendorong material ini ke dalam ekor komet yang indah dan terang benderang.

Sebagai contoh komet Halley yang mengorbit 76 tahun sekali bila dilihat dari Bumi dan Komet 109P/Swift-Tuttle 133 tahun sekali.

Masih banyak lagi komet yang mengorbit Bumi. Seperti Komet Neowise atau C/2020 F3.

Komet ini terlihat paling dekat dari Bumi pada Kamis 23 Juli 2020 lalu. Titik terdekat komet dengan Bumi pada jarak 103,5 juta km.

Butuh 6.800 tahun lagi untuk komet Neowise bisa bertemu kembali mendekati orbit Bumi.

Sementara pada 3 Juli 2020 pukul 23.20.06 WIB, Komet Neowise berada pada titik terdekat dengan Matahari dengan jarak 44,1 juta km.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), komet ini pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 melalui teleskop luar angkasa Near-Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer (NEOWISE).

Neowise termasuk komet dengan orbit bergerak mundur (retrograde) dengan orbit yang hampir parabolik.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT