Tiga Fenomena Langit Langka di Bulan Juni dan Juli
DARILAUT.ID | 13/06/2022 16:05
Tiga Fenomena Langit Langka di Bulan Juni dan Juli

Darilaut – Bulan Juni dan Juli ini kita dapat menyaksikan tiga fenomena langit yang menakjubkan dan istimewa. Fenomena antariksa yang cukup langka tersebut, yaitu Purnama Stroberi Super, Bulan Baru Stroberi Mikro, dan Purnama Rusa Super.

Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon) akan terjadi pada Selasa 14 Juni 2022, pada pukul 18.51 WIB/ 19.51 WITA/ 20.51 WIT, pada jarak 357.368 km.

Sedangkan Bulan Baru Stroberi Mikro (New Strawberry Supermoon), akan terjadi pada Rabu 29 Juni 2022, pukul 09.52 WIB/ 10.52 WITA/ 11.52 WIT, pada jarak 406.569 km.

Lalu, Purnama Rusa Super (Full Buck Supermoon) akan terjadi pada Kamis 14 Juli 2022, pukul 01.57 WIB/ 02.57 WITA/ 03.57 WIT, pada jarak 357.418 km.

Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, Purnama Stroberi Super merupakan purnama yang terjadi di bulan Juni. Purnama Rusa Super adalah purnama yang terjadi pada bulan Juli. Definisi ini juga dipakai untuk fase bulan baru.

Andi mengatakan penamaan ini berasal dari The Farmer’s Almanac (Almanak Petani Amerika). Pada bulan Juni dilakukan panen stroberi, sedangkan pada bulan juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya.

“Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika,” kata Andi.

Andi menjelaskan penyebab sebenarnya purnama kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau yang secara teknis disebut Purnama Perige (Perigeal Full Moon).

Untuk Bulan Baru Stroberi bertepatan dengan Bulan Baru Mikro (New Micromoon) atau Bulan Baru Apoge (Apogeal New Moon).

“Bulan Baru Mikro kali ini diapit oleh dua Bulan Purnama Super yang terjadi pada dua bulan berturut-turut. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada tahun 2004 dan 2013. Sehingga bisa dikatakan fenomena ini terjadi setiap sembilan tahun sekali. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 2031 dan 2040,” ujarnya.

Andi mengatakan Bulan Baru Stroberi Mikro tidak dapat disaksikan sebelum matahari terbit, dikarenakan terbitnya yang lebih lambat dibandingkan matahari dan permukaan bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari sehingga tampak gelap.

Untuk menyaksikan fenomena ini, kata Andi, masyarakat cukup mengarahkan pandangan sesuai terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Fenomena ini bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apa pun, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT