6 Hewan Laut yang Terancam Punah
DARILAUT.ID | 04/07/2022 09:25
6 Hewan Laut yang Terancam Punah
Paus Terancam Punah Melahirkan saat Terjerat Tali Pancing

Darilaut – Setiap spesies memegang peranan penting dalam suatu ekosistem, baik yang sekecil polip karang maupun sebesar paus. Jadi ketika satu spesies berada dalam bahaya kepunahan, hal itu dapat mempengaruhi seluruh ekosistem.

Ketika suatu spesies berada dalam bahaya kepunahan, terdaftar di bawah Undang- Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act).

NOAA Fisheries telah mengembangkan dan menerapkan rencana pemulihan— serta peta jalan untuk pemulihan spesies— dan mencegah dari kepunahan. 

Berikut ini enam hewan laut yang terancam punah untuk membantu upaya konservasi dan melestarikan keanekaragaman planet ini.

Pertama, Penyu Lekang Zaitun

Ini termasuk salah satu penyu terkecil di dunia. Penyu lekang zaitun mendapatkan namanya dari warna abu-abu-hijau zaitun pada karapas (cangkang) yang berbentuk hati.

Seperti semua penyu, lekang betina kembali ke darat untuk bertelur di pasir. Mereka adalah navigator yang luar biasa dan biasanya kembali ke pantai di area umum tempat mereka menetas.

Sebagian besar betina lekang zaitun datang ke pantai dalam acara bersarang massal yang dikenal sebagai arribada, yang berarti “kedatangan” dalam bahasa Spanyol.

Hanya jenis penyu lekang (zaitun dan Kemp) yang bersarang dalam jumlah massal.

Hanya saja, perilaku bersarang arribada memudahkan orang untuk mengambil telur dalam jumlah yang luar biasa dan membunuh sejumlah besar betina dewasa (untuk dikonsumsi). Ini adalah penyebab utama penurunan penyu lekang di seluruh dunia.

Pengumpulan telur di banyak negara telah mengurangi ancaman ini. Namun, tangkapan sampingan dalam perikanan pukat, rawai, dan jaring insang komersial tetap menjadi ancaman global bagi spesies ini, dan pengumpulan telur serta pembunuhan penyu terus berlanjut di beberapa negara.

Kedua, Pari Gergaji

Ikan pari gergaji (smalltooth sawfish) atau Ikan hiu todak kecil tubuhnya seperti hiu. Namun, sejatinya, pari gergaji sebenarnya adalah ikan pari.

Kerangka seluruhnya terdiri dari tulang rawan yang kuat tetapi fleksibel, bukan tulang. Spesies ini, yang terlihat seperti makhluk langsung dari era prasejarah, dapat ditemukan di Amerika Serikat di lepas pantai Florida.

Sawfish menggunakan moncongnya yang panjang dan berduri untuk menebas gerombolan ikan, mengayunkannya ke depan dan belakang untuk menusuk dan menyetrum mangsanya.

Gergajinya mengandung organ peka-elektro, yang memungkinkan ikan ini merasakan mangsa di dekatnya.

Pari gergaji juvenil hidupnya mengandalkan habitat muara dan mangrove untuk. Hilangnya habitat, bersama dengan tangkapan sampingan yang tidak disengaja dalam jaring ikan menjadi ancaman utama bagi ikan pari gergaji.

Ketiga, Ikan Sturgeon Atlantik

Ikan ini hidup di habitat sungai dan laut di pantai Amerika Serikat.

Pada 1800-an, sturgeon Atlantik sangat berharga karena diambil telurnya, yang dihargai sebagai kaviar berkualitas tinggi.

Orang-orang berbondong-bondong ke Amerika Serikat bagian timur untuk berburu ikan sturgeon dan memanen telur berharga tersebut.


Sebutannya “Black Gold Rush” yang berkontribusi pada penurunan drastis populasi sturgeon Atlantik.

Namun, tangkapan sampingan yang tidak disengaja oleh gillnet dan trawl perikanan komersial masih menimbulkan risiko besar bagi spesies tersebut.

Pencemaran air, bendungan, pengerukan, dan hantaman kapal juga mengancam spesies ini.

Ikan Sturgeon Atlantik dapat tumbuh hingga 16 kaki (feet).

Keempat, Paus Pembunuh Palsu

Paus pembunuh palsu (false killer whale) termasuk dalam keluarga lumba-lumba. Sejak 1980-an populasi paus pembunuh palsu menurun.

Berkurangnya spesies ini di lautan karena aktivitas perikanan yang tidak ramah lingkungan.

Paus pembunuh palsu memiliki ikatan sosial yang kuat dan membentuk kelompok untuk berburu dan berbagi makanan bersama.
Interaksi dengan perikanan rawai telah berkontribusi terhadap penurunan spesies ini.

Kelima, Ikan Kerapu Teluk

Ikan kerapu teluk tergolong bertubuh besar. Akan tetapi hewan laut ini termasuk salah satu spesies yang berada dalam bahaya kepunahan.

Ikan ini memakan semua jenis mangsa dengan menggunakan mulutnya yang menonjol untuk menelan ikan dan kepiting utuh.

Setelah dewasa, kerapu teluk berkumpul dalam kelompok besar di terumbu bawah laut untuk berkembang biak setahun sekali.

Kemungkinan besar kerapu teluk dewasa sebagai betina dan kemudian bertransisi menjadi jantan seiring bertambahnya usia selama 48 tahun.

Kerapu teluk dulunya merupakan tangkapan umum bagi para nelayan di Pantai Barat. Tetapi karena penangkapan ikan yang berlebihan, perikanan itu hampir tidak pernah mendarat pada tahun 1970.

Keenam, Paus Bowhead

Mamalia laut ini spesies yang paling baik beradaptasi untuk hidup di air es. Paus kepala busur (Whale Bowhead) memiliki lapisan lemak setebal 1,6 feet.

Hal ini membantu paus tersebut hidup di perairan yang memiliki lapisan es musiman. Tengkorak tebal paus kepala busur membantu menembus es laut setebal 8 inci.

Paus kepala busur Arktik Barat di lepas pantai utara Alaska telah menunjukkan pemulihan yang cukup besar sejak berakhirnya perburuan paus komersial di awal 1900-an.

Namun, masih banyak ancaman terhadap paus kepala busur. Sekitar 12 persen kepala busur memiliki bekas luka akibat terjerat alat tangkap.

Terutama dari alat tangkap pancing komersial Kontaminan seperti tumpahan minyak dapat membahayakan sistem kekebalan dan reproduksi kepala busur.

Kebisingan laut, serangan kapal, dan predasi dari paus pembunuh adalah faktor lain yang mengancam kelangsungan hidup paus kepala busur.

 

**


BERITA TERKAIT