Green Fins Hub, Platform Digital Wisata Laut untuk Konservasi Karang
DARILAUT.ID | 21/09/2022 08:42
Green Fins Hub, Platform Digital Wisata Laut untuk Konservasi Karang
Pemanasan Global Ancam Terumbu Karang Samudra Hindia Bagian Barat

Darilaut – Sebuah platform digital Green Fins Hub wisata laut diluncurkan untuk meningkatkan penyadaran atas perlindungan dan konservasi karang.

Melalui platform Green Fins Hub ini operator selam dan snorkel di seluruh dunia dapat berpartisipasi untuk melestarikan lingkungan laut.

Dalam siaran pers Program Lingkungan PBB (UNEP), platform digital ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan sekitar 700 operator di 14 negara saat ini, menjadi 30.000 yang potensial di seluruh dunia. 

Dengan demikian, dapat meningkatkan perlindungan dan konservasi karang di seluruh dunia.

Green Fins Hub adalah platform industri pariwisata bahari global pertama yang membantu operator membuat perubahan sederhana dan hemat biaya pada praktik sehari-hari dengan memanfaatkan solusi yang telah dicoba dan diuji.

Alat ini telah dikembangkan oleh The Reef-World Foundation dalam kemitraan dengan UNEP untuk mengatasi tantangan keberlanjutan terbesar dalam industri pariwisata konservasi laut.

Koordinator Utama Marine and Freshwater UNEP Leticia Carvalho, mengatakan terumbu karang adalah rumah bagi setidaknya 25 persen kehidupan laut. Terumbu karang kiblat pariwisata bahari, yang menyumbang hingga 40 persen atau lebih dari produk domestik bruto di beberapa negara kepulauan.

Namun, kata Leticia, terumbu karang adalah ekosistem yang paling rentan, terutama terhadap perubahan iklim dengan kenaikan suhu global 1,5 atau 2 derajat Celcius.

“Meningkatkan aksesibilitas praktik terbaik, pengetahuan, dan sains warga melalui hub digital global ini dapat menjadi pengubah dalam memastikan masa depan terumbu karang dan ekosistem laut yang rapuh lainnya,” kata Leticia.

Green Fins Hub merupakan pengembangan terbaru oleh Reef-World Foundation untuk memenuhi permintaan industri yang terus meningkat akan olahraga bawah air yang ramah lingkungan.

Yayasan baru-baru ini mensurvei lebih dari 2.400 wisatawan dan profesional selam. Sebanyak 83 persen mengatakan mereka mencari pendidikan berkelanjutan pada liburan mereka, 75 persen akan membayar lebih untuk itu.

Tetapi dari hasil survei ini, sebanyak 85 persen merasa sulit untuk mendapatkan operator berkelanjutan.

Green Fins Hub dimaksudkan untuk mengkatalisasi pergeseran seismik menuju keberlanjutan di sektor wisata bahari, dengan menjadi tuan rumah dua jenis keanggotaan Green Fins.

Pertama, keanggotaan digital yang akan tersedia untuk operasi menyelam, snorkel, dan liveaboard secara global. Setiap tahun keanggotaan, operator akan menerima skor lingkungan berdasarkan evaluasi diri secara online, terperinci dan kemajuan yang dibuat pada rencana aksi mereka. 

Kedua, Anggota Green Fins Certified (Bersertifikat Sirip Hijau) akan terus dinilai setiap tahun dan dilatih secara langsung. Proses penilaian akan terus didasarkan pada kriteria yang ditetapkan dengan menggunakan sistem penilaian (sistem 0 – 330 poin, dengan skor rendah menyiratkan dampak rendah bisnis terhadap terumbu karang).

Sebagai bagian dari Green Fins Hub, sekarang akan ada ambang batas minimum (>200 dari skor dampak lingkungan maksimum) untuk menjadi Anggota Bersertifikat Sirip Hijau dan peringkat anggota bersertifikat perunggu, perak atau emas sesuai dengan kinerja.

Terdapat fitur lain mencakup forum komunitas sirip hijau, perpustakaan solusi Green Fins, dan pelacak rencana aksi.

Lembaga pelatihan penyelam seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors) dan jaringannya telah merintis dan mendanai proyek ini sejak awal.

Selain itu, para pemimpin industri termasuk lembaga pelatihan PSS, RAID, perusahaan asuransi penyelam DAN, platform pemesanan liburan menyelam seperti ZuBlu dan PADI Travel, dan serangkaian Anggota Green Fins dari seluruh dunia telah membantu membentuk platform selama pengembangan.

Global Director of Corporate Social Responsibility PADI, Katie Thompson, mengatakan sejak awal kemitraan pada tahun 2018, telah menjadi prioritas utama memastikan bahwa 6.600+ Anggota PADI di seluruh dunia memiliki akses untuk dukungan praktis dan murah yang disediakan dalam keanggotaan Green Fins.

The Green Fins Hub adalah solusi yang dibutuhkan industri scuba diving untuk mendorong upaya keberlanjutan ke depan,” kata Adam Broadbent, pendiri ZuBlu, platform pemesanan perjalanan selam terkemuka.

“Kami sangat gembira dengan perkembangan terbaru dari Green Fins ini,” kata Anais Lefrere, Manajer Pengembangan Bisnis di DUNE United, jaringan internasional Liveaboards and Dive Centres.

Pengembangan Green Fins Hub didukung banyak mitra. Dukungan signifikan diterima dari Bank Pembangunan Inter-Amerika melalui Beyond Tourism Challenge, UNEP, Matthew Good Foundation, dan Conservation X Labs.

 

**


BERITA TERKAIT