Minimalisir Serangan Hama, Petani di Pessel Sumbar Didorong Pertahankan Pola Tanam Serentak
LANGGAM.ID | 12/05/2021 09:01
Minimalisir Serangan Hama, Petani di Pessel Sumbar Didorong Pertahankan Pola Tanam Serentak
Untuk membantu petani menghadapi situasi gagal panen, Kementan memiliki program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Langgam.id – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertanhortbun) Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Nuriswan terus mendorong agar petani terus mempertahankan pola tanam serentak.

Menurut Nuriswan, melalui pola tanam serentak itu, serangan hama terhadap tanaman, terutama padi bisa diminimalisir.

“Di Pessel, pola tanam serentak ini bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun pada 30.344 hektare lahan dan itu tersebar di 15 kecamatan yang ada,” ujarnya, Selasa (11/5/2021).

Nuriswan menjelaskan bahwa dengan terhindarnya tanaman padi dari serangan hama, tentu akan memberikan keuntungan bagi petani. Selain itu, juga akan meningkatkan produksi padi.

Melalui pola tanam serentak ini, ia mengharapkan adanya peningkatan produksi per hektare. Sebab potensi produktivitas lahan di Pessel bisa mencapai 7 ton per hektarnya.

“Bila hal itu terwujud, maka diyakini target produksi padi tahun 2021 akan tercapai,” ucapnya.

Nuriswan mengungkapkan, bahwa ditengah pandemi covid-19 saat ini, petani di Pessel masih tetap terlihat eksis melaksanakan aktivitasnya sebagai petani di lapangan. Baik petani budidaya padi, jagung, maupun tanaman palawija lainnya.

Ia mengimbau kepada petani untuk tidak menjual habis hasil panen agar menjamin ketersediaan stok pangan. Sisakan sebagian untuk dikonsumsi keluarga. 

langgam.id


BERITA TERKAIT