Peralatan Mitigasi Tsunami Sering Dicuri, BPBD Padang Lakukan Hal Ini
LANGGAM.ID | 18/06/2021 12:03
Peralatan Mitigasi Tsunami Sering Dicuri, BPBD Padang Lakukan Hal Ini
Warga berada disekitar pantai pasca tsunami di kawasan Sumur, Pandeglang, Banten, 26 Desember 2018. Pemprov Banten menetapkan tanggap darurat bencana akibat tsunami Selat Sunda hingga Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

Langgam.id – Peralatan mitigasi tsunami di Kota Padang kerap dicuri oleh pihak yang tak bertanggungjawab. Salah satunya peralatan mitigasi tsunami yang berada di Masjid Darussalam, Tabing.

“Sudah dua kali terjadi aksi pencurian di lokasi ini. Di sana, aki dan kabelnya dicuri. Pencurian ini tentu sangat disayangkan, karena akan mengganggu proses mitigasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Barlius, Kamis (17/6/2021).

Menurut Barlius, masyarakat di sana sudah berupaya untuk menjaganya, namun karena faktor usia dan sudah tua-tua, jadi tidak kuat untuk ronda, sementara pemudanya sedikit.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi tidak terulangnya kasus pencurian peralatan di shelter tsunami tersebut, pihaknya sudah merancang pencegahannya dengan memperkuat pengamanan tempat peralatan.

“Kita berharap setelah dibenahi dan dilengkapi lagi peralatannya, tidak ada lagi kasus pencurian di shelter ini,” ungkap Barlius.

Ia menjelaskan, saat ini Kota Padang terdapat 3 shelter. Pada tahun 2021 ini tidak ada penambahan.

“Kita akan berusaha menambahnya lagi dengan meminta bantuan ke PUPR dan BNPB. Setidaknya 2 shelter lagi untuk di daerah Padang Sarai dan Purus,” terangnya.

langgam.id


BERITA TERKAIT