Kata Ahli Geologi Soal Gempa M6,7: Peringatan Dini di Zona Megathrust Mentawai
LANGGAM.ID | 14/03/2022 16:47
Kata Ahli Geologi Soal Gempa M6,7: Peringatan Dini di Zona Megathrust Mentawai
Ilustrasi gempa. shutterstock.com

Langgam.id – Ahli Geologi Sumatra Barat, Ade Edward mengingatkan, gempa bermagnitudo 6,7 yang berpusat di 154 km tenggara Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan, merupakan peringatan dini terhadap ancaman gempa megathrust M 8,9 di zona Subduksi Mentawai Siberut.

Ade mengatakan, gempa M 6,7 itu terjadi di zona megathrust, segmen Mentawai-Siberut. Segmen ini, kata Ade, membentang di antara Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan hingga Pulau Pagai Utara.

“Berdasarkan catatan seismik, gempa kali ini merupakan yang terkuat dalam 30 tahun terakhir di zona Kepulauan Batu-Siberut ini,” kata Ade, kepada langgam.id lewat sambungan telepon, Senin (14/3/2022).

Bila berkaca pada gempa pagi tadi terangnya, episenter gempa masih berada di pinggiran zona subduksi megathrust segmen Siberut.

“Yang tadi pagi itu masih di pinggirannya (megathrust segmen Siberut-red), belum ke pusat energinya betul, yang diprediksi bisa melepaskan gempa M 8,9 dan tsunami di pesisir barat Sumatra,” katanya.

Menurut Ade, pengalaman gempa besar yang disusul tsunami di Aceh pada 2004 silam, patut dijadikan pelajaran.

Pasalnya, dua tahun sebelum gempa berkekuatan 9,2 skala richter (SR) itu, sempat terjadi gempa pendahuluan di zona subduksi yang sama.

“Kalau kita lihat sejarah tsunami Aceh 2004, ada gempa pendahulu dua tahun sebelumnya. Jadi gempa besar itu ada gempa pendahulunya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, gempa di zona megathrust Siberut terjadi dalam siklus 200 tahunan, sehingga siklus itu patut diwaspadai.

“Ini sudah 225 tahun, dan memang dari kajian ahli, energi yang dilepaskan memang dari pinggir zona subduksi dulu. Setelah itu baru ke tengah,” katanya.

Ade menjelaskan, di segmen yang melepaskan gempa M 6,7 hari ini, sudah pernah terjadi gempa bermagnitudo 8,5 pada 10 Februari 1797 silam. Gempa dua abad silam itu memicu tsunami yang menyapu pesisir Mentawai-Sumbar-Sumut.

Oleh sebab itu, Ade menegaskan bahwa gempa M 6,7 ini merupakan peringatan dini. Semua pihak termasuk pemerintah pusat, jangan mengabaikan peringatan dini dan mitigasi untuk mengingatkan potensi gempa besar di masa datang.

“Kita tidak tahu, satu atau dua tahun ke depan gempa megathrust dengan kekuatan M 8,9 ini akan terjadi. Sebagai indikasi, tidak lama lagi, kita ndak tau kapan itu terjadi, yang pasti kesiapsiagaan perlu ditingkatkan,” katanya.

langgam.id


BERITA TERKAIT