Lukisan dan DNA Manusia Tertua Dunia Ada di Maros
SUARAINDO.ID | 18/11/2021 11:06
Lukisan dan DNA Manusia Tertua Dunia Ada di Maros
Wisatawan lokal saat menaiki kanopi trail di Taman Kupu Kupu, Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, 17 Juli 2017. Wisata Bantimurung memiliki air terjun dan juga keanekaragaman kupu-kupu. TEMPO/Subekti.

Suaraindo.id—Webinar Road to Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan mengungkap sebuah fakta sejarah dunia. Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan fakta terbaru terkait penemuan lukisan tertua di kawasan karst, Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan saat menjadi pembicara diskusi yang diikuti lebih dari 300 peserta ini.

“Lukisan yang diperkirakan ada sejak 45 ribu tahun lalu, lanjutnya telah mengalahkan lukisan tertua sebelumnya yang ada di Spanyol,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Hadir dalam diskusi ini Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Ketua DPP Asosiasi General Manager Hotel Indonesia (IHGMA) Arya Pering Arimbawa. Sedangkan pembicara utama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Provinsi Sulsel Amson Padollo mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel.

Temuan lainnya juga diungkapkan Chaidir terkait penemuan deoxyribonucleic acid (DNA) yang materi genetik manusia tertua di Leang Panning, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Usianya diprediksi lebih dari 7.500 tahun. Ini temuan yang banyak ditunggu-tunggu para arkeolog dunia,” kata Chaidir dalam Virtual Meeting yang di moderasi Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Dr. Syamsu Rijal di Makassar, Kamis, 18 November 2021.

Karena itu Chaidir berharap Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia bisa membantu menyebarkan fakta-fakta arkeologi dunia itu ke masyarakat.

“Kami membutuhkan dukungan media untuk makin memperkuat literasi mengenai dua hal itu. Dua-duanya mengguncang dunia, terutama kalangan arkeolog di seluruh penjuru bumi,” ucap Chaidir.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Indah Putri juga menyampaikan berbagai daya tarik wisata yang tersembunyi di daerahnya seperti bukit teletubbies di Kecamatan Seko, Luwu Utara. Dia berharap penyiapan infrastruktur digital seperti layanan jaringan internet bisa terpenuhi di daerah Luwu Utara yang memiliki potensi wisata tersembunyi agar bisa dikenal baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Banyak destinasi menarik yang ada di Luwu Utara. Mulai keindahan air terjun bantimurung hingga hamparan bukit yang indah di Seko,” kata Indah.

Peserta roadshow webinar AMSI Sulsel ini juga berasal dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pare-pare, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Sekolah Tinggi Pariwisata (Stipar) Tamalatea dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar juga antusias menjadi peserta webinar yang berlangsung selama dua jam lebih.

Selain mahasiswa, pelaku bisnis, praktisi media hingga akademisi juga ikut meramaikan IDC 2021 yang telah digelar di Sulawesi Selatan bersama tujuh provinsi lainnya yakni Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Provinsi Bali.

IDC AMSI 2021 ini juga mendapat dukungan dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank BJB, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara.


BERITA TERKAIT