Kenali Dampak Positif dan Negatif Lagu Sendu Ketika Patah Hati
TEMPO.CO | 19/01/2019 08:02
Ilustrasi Patah Hati (Pixabay.com)
Ilustrasi Patah Hati (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Ada kecenderungan beberapa orang nyaman mendengarkan lagu sendu sebagai media katarsis ketika patah hati. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Liila Taruffi dari Freie Universitat Berlin, Jerman, lagu-lagu galau ini memang bisa membuat orang merasa nyaman melewati kesedihannya.

Baca: Marzuki Kill The DJ Muak dengan Kampanye Politik Tanpa Etika

Menurut Taruffi, lagu sedih memiliki potensi untuk mengatur mood dan emosi negatif, sekaligus memberikan hiburan. "Sehingga sedikit memberikan peran dalam mmembentuk kembali kebahagiaan seseorang," kata dia. Sebab itu, lagu sendu bisa menjadi media katarsis terbaik bagi seseorang.

Sementara itu, menurut psikolog Kasandra Putranto, lagu sendu memberikan reward kognitif pada otak. Dia mengatakan individu yang sedang patah hati cenderung mendengarkan lagu sedih untuk mengidentifikasi emosi yang dirasakan dengan lirik yang memunculkan nostalgia tertentu, baik itu kenangan baik atau buruk. "Identifikasi dan regulasi emosi ini akan membantu individu untuk move on dari kondisi patah hati," kata dia.

Ia mengatakan tak ada batasan yang sama bagi tiap individu untuk mendengarkan lagu sedih karena proses move on yang berbeda-beda. Tetapi, kata dia, ada dampak negatif jika individu tersebut terus-menerus mendengarkan lagu sedih berkelanjutan. "Kondisi tersebut sudah tidak normal, bahkan membutuhkan penanganan profesional untuk mendeteksi indikasi depresi," kata dia.

Baca juga: Dokter: Jika Patah Hati, Periksa Jantung Anda

Menurut Kasandra, ketika tengah patah hati, penting bagi seseorang untuk menstabilkan emosi. Ia menganjurkan konsumsi pisang, susu, yogurt, telur, dan kacang-kacangan, yang dapat meningkatkan level serotonin, serta berolah raga. Sebab, ketika berolah raga, tubuh memproduksi endorfin yang membuat seseorang merasa lebih positif.

Kasandra mengatakan untuk menumbuhkan semangat dan gairah baru setelah masa patah hati pelan-pelan terlampaui, ia menyarankan untuk mendengarkan musik bertempo cepat dan jenis musik yang memiliki lirik positif. "Musik ini dapat meningkatkan ritme otak, melepaskan hormon endorfin, sehingga individu merasa lebih bersemangat," kata dia. Sementara itu, musik dengan lirik positif dapat membuat mood menjadi positif.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT