Alfin Lestaluhu Meninggal Karena Encephalitis, Cegah dengan Ini
TEMPO.CO | 01/11/2019 21:35
Selebrasi pemain timnas U-16, Alfin Lestaluhu (kiri) bersama rekan-rekannya. Instagram/@Officialpssi
Selebrasi pemain timnas U-16, Alfin Lestaluhu (kiri) bersama rekan-rekannya. Instagram/@Officialpssi

TEMPO.CO, Jakarta - Bek kanan Tim Sepakbola Nasional Indonesia U-16 Alfin Lestaluhu meninggal dunia pada Jumat 1 November 2019 dini hari. Kematiannya disebabkan oleh encephalitis atau radang otak.

Melansir dari situs Mayo Clinic, encephalitis adalah salah satu penyakit yang jarang ditemui. Penyebab utamanya tidak pasti dan sering kali tak diketahui. Meski demikian, para ahli sering menghubungkan encephalitis dengan virus dan reaksi imunitas tubuh yang salah.

Untuk mencegah penyakit ini, beberapa hal bisa dilakukan. Pertama, menjalankan kebiasaan hidup bersih wajib dikerjakan. Misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah menggunakan toilet. Sebab, berbagai jenis virus seperti herpes simplex virus (HSV), epstein-barr, dan enteroviruses bisa menyerang dari aktivitas yang kurang bersih.

Menggunakan pakaian yang tertutup dan selalu mengoleskan obat nyamuk pada kulit juga disarankan. Sebab, gigitan dari berbagai jenis nyamuk bisa menyebabkan virus dan bakteri masuk ke tubuh kita. Situs Web MD menyarankan agar setiap orang melakukan vaksinasi sebelum pergi berlibur ke suatu daerah. Karena daerah yang kumuh dan kotor bisa meningkatkan risiko encephalitis.

Menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh amat diimbau para praktisi kesehatan. Karena saat kekebalan tubuh melemah, tubuh tidak bisa membedakan virus yang seharusnya dibunuh. Akibatnya, ia justru membantu virus dan bakteri untuk menyerang organ tubuh termasuk otak.

Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi guna meningkatkan kekebalan tubuh itu termasuk kacang almond, jamur, jeruk, yogurt rendah lemak, buah semangka, tiram dan kubis.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MAYO CLINIC | WEBMD


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT