Cara Mencegah Resistensi Antimikroba, Termasuk Cuci Tangan
TEMPO.CO | 21/12/2019 08:31
ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)
ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Resistensi antimikroba adalah suatu kondisi tubuh yang tak lagi bisa melawan mikroorganisme. Ini disebabkan oleh kebalnya mikroba akibat seringnya tubuh mengonsumsi obat-obatan antibiotik, antijamur, dan antivirus.

Resistensi antimikroba sendiri telah menjadi ancaman kesehatan global. Pasalnya, kematian bisa dialami saat mikroorganisme di dalam tubuh terus berkembang. Untuk itu, mencegah agar tak mengalami resistensi antimikroba ini pun perlu dilakukan.

Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobakterial, Hari Paraton, mengatakan bahwa hal utama yang bisa dikerjakan adalah cuci tangan. Ia menjelaskan mikroba sangat mudah ditransfer lewat tangan.

“Kalau rajin cuci tangan, Anda akan jarang sakit. Kalau jarang sakit, tidak akan diresepkan obat antibiotik oleh dokter sehingga minim risiko resisten,” katanya dalam acara "Resistensi Antimikroba" di Jakarta pada Kamis, 19 Desember 2019.

Melakukan vaksinasi juga diimbau oleh Hari. Ia menjelaskan vaksin berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh dari berbagai penyakit. Hasilnya, Anda pun sehat dan tidak harus mengonsumsi obat.

“Langkah medis ini bisa menekan konsumsi obat antibiotik dan akhirnya kalau jarang minum ya tidak akan kena,” ungkapnya.

Membatasi penggunaan antibiotik juga disarankan. Dokter spesialis kandungan ini mengatakan banyak orang yang sakit selalu menyembuhkannya dengan cara minum antibiotik. Padahal, tidak semua penyakit perlu diobati dengan antibiotik.

“Kalau flu, demam itu tidak perlu antibiotik, cukup istirahat saja. Jangan apa-apa antibiotik, nanti resisten,” tegasnya.

Budaya untuk mengingatkan pasien yang sedang sakit untuk menggunakan masker juga disarankan oleh Hari. Ia mengatakan penyebaran virus dan bakteri bisa melalui udara dan kontak fisik sehingga penting untuk menutup mulut dengan masker agar tidak menularkan kepada orang sekitar.

“Bukan kita yang pakai masker. Yang pakai masker itu yang sakit supaya penyakitnya tidak menular,” tuturnya


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT