Segudang Manfaat Minyak Alpukat yang Jarang DIketahui
TEMPO.CO | 16/01/2020 06:46
Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)
Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Buah alpukat sudah tidak diragukan lagi manfaatnya karena tinggi potasium, vitamin, dan antioksidan. Alpukat pun baik untuk menunjang kesehatan tubuh.

Namun selain buahnya, kandungan minyak di dalamnya juga memiliki segudang manfaat. Melansir dari situs Boldsky dan Medical News Today, berikut beberapa poin positif yang jarang diketahui dari minyak alpukat.

Mencegah kolesterol tinggi
Jika kolesterol tinggi, menjaga pola makan harus dilakukan. Salah satu makanan yang sangat disarankan itu adalah minyak alpukat sebab menurut penelitian minyak alpukat bisa menurunkan kadar lemak jahat (LDL) dan menaikan kadar lemak baik (HDL).

Mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula
Seiring bertambahnya usia, risiko katarak dan degenerasi makula sangat tinggi. Untuk mencegah kesehatan mata, para tenaga medis pun menyarankan untuk mengonsumsi minyak alpukat. Minyak alpukat mengandung lutein dan antioksidan untuk meminimalkan risiko dua penyakit mata terkait faktor usia itu.

Menyembuhkan radang sendi
Arthritis adalah penyakit yang melibatkan peradangan sendi yang menyakitkan. Ini sangat umum dan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Salah satu cara ampuh untuk sembuh jika mengalaminya ialah dengan mengkonsumsi minyak alpukat sebab ekstraknya bisa dengan cepat meredakan dan menyembuhkan radang sendi.

Mempercepat kesembuhan kulit terbakar
Antioksidan dalam minyak alpukat dapat membantu meringankan gejala kulit terbakar. Menurut sebuah penelitian, vitamin E, beta karoten, vitamin D, protein, lesitin, dan asam lemak esensial dalam minyak dapat mendukung penyembuhan dan menenangkan kulit. Studi kecil lain menunjukkan mengonsumsi minyak alpukat dapat membantu melindungi kulit dari radiasi UV yang berbahaya.

Mencegah penyakit gusi
Ekstrak dari alpukat terbukti dapat membantu mencegah periodontal atau disebut juga penyakit gusi. Menurut sebuah studi, minyak alpukat berfungsi dengan cara memblokir protein yang disebut IL1B, yang menyebabkan gusi merah dan berdarah, bau mulut dan kerusakan tulang, hingga jaringan di sekitar gigi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT