Tips Terhindar dari Virus Corona Simak Saran Ahli Gizi
TEMPO.CO | 26/01/2020 08:54
Seorang petugas keamanan memeriksa suhu penumpang setelah semakin menyebarnya virus corona di pintu tol pada malam menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Xianning, provinsi Hubei, Cina 24 Januari 2020. Perbatasan Wuhan dijaga ketat petugas untuk mencetak
Seorang petugas keamanan memeriksa suhu penumpang setelah semakin menyebarnya virus corona di pintu tol pada malam menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Xianning, provinsi Hubei, Cina 24 Januari 2020. Perbatasan Wuhan dijaga ketat petugas untuk mencetak semakin menyebaranya virus corona. REUTERS/Martin Pollard

TEMPO.CO, Jakarta - Virus Corona yang menyebar di Wuhan, Cina, menimbulkan kekhawatiran masyarakat Indonesia. Hingga 23 Januari 2020, sebanyak 830 orang sudah terindikasi penyakit ini dan 25 orang di antaranya meninggal dunia.

Namun dokter ahli gizi Tan Shot Yen mengungkapkan virus bisa dicegah masuk ke dalam tubuh manusia bila memiliki daya tahan yang kuat. Seseorang dapat terpapar infeksi virus dari tiga aspek yakni orangnya, sumber penyakitnya dan lingkungannya.

 

Aspek pertama, pencegahan dari diri sendiri. Jika orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka akan lebih sulit terkena penyakit. Selain memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka perilaku hidup sehat menjadi sangat penting untuk perkembangan virus. "Kedua, jika perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS dijalankan, maka kontribusi risiko turun lagi," ungkapnya.

Tan mengatakan banyak orang tidak sadar bahwa dirinya memegang peranan penting sebagai benteng terhadap penyakit. Sayangnya, bentengnya kerap mudah jebol, bahkan terbuka lebar karena perilaku hidup yang tidak tepat.

Perilaku yang dimaksud adalah ketakteraturan pola makan, tidak melakukan olahraga yang cukup. Bahkan ada juga yang olahraga tetapi tidak terkena sinar matahari, dan ini akan membuat daya tahan tubuh semakin lemah dan tubuh mudah jatuh sakit.

Aspek ketiga adalah lingkungan. Kebiasaan mencuci tangan hingga bersih, mengatur sirkulasi udara rumah dan kantor dengan membiarkan cahaya matahari masuk akan membuat perkembangan virus terbatas. Biasanya ruangan yang tidak terkena sinar matahari akan disukai oleh virus.

Sebab, perkembangbiakan virus akan sangat cepat dan menginfeksi satu orang hingga satu kelompok dengan cepat. Selain itu, peralatan yang berada di sekitar harus tetap dijaga kebersihan.

Tan mengingatkan bahwa kebersihan sehari-hari akan memberikan kontribusi yang sangat berharga. Terkait sumber penyakit, katanya, pengendalian tentu menjadi tanggung jawab bersama.

Jika ditemukan adanya indikasi atau infeksi dari virus corona maka penanganan yang tepat harus dilakukan. Karantina harus diberlakukan. Apalagi jika cara penularannya airborne, artinya mudah menular melalui percikan udara seperti penyakit saluran nafas pada umumnya.

 

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT