Penuh Sayur Segar, Intip Lezatnya Sandwich Khas Vietnam Ini
TEMPO.CO | 04/03/2020 22:22
Banh Mi Lemon Grass Chicken. Tempo/Mitra Tarigan
Banh Mi Lemon Grass Chicken. Tempo/Mitra Tarigan

TEMPO.CO, Jakarta - Nuansa Vietnam sangat terasa ketika Tempo mengunjungi restoran Vietnam, Cali Deli Madame Ching kawasan SCBD pada Awal Februari 2020. Terdapat beberapa payung merah kertas yang dipasang terbuka di salah satu rak itu. Lampu-lampu pun dibungkus oleh penutup warna warni yang menyerupai lampion. Selain itu, 6 buah piring khas Vietnam pun terpajang di salah satu dinding ruangan. "Kami memang ingin tawarkan nuansa Vietnam di sini," kata Kepala Operasional Cali Deli Novi Cheung kepada Tempo.

Menurut Novi, Madame Ching, founder restoran itu ingin agar para tamu bisa merasakan nuansa Vietnam sambil menikmati salah satu Banh Mi di tempat itu. Banh Mi adalah salah satu hasil perpaduan budaya Prancis dengan Vietnam. Berbentuk seperti sandwich yang diisi daging atau telur dan sayuran, Banh Mi cocok dijadikan menu sarapan dan makan siang. Banh Mi bisa dibilang sebagai makanan Vietnam yang paling populer hingga ke seluruh dunia.

Berawal dari masa penjajahan Prancis di Indochina sejak akhir abad ke-19, Prancis mengenalkan beberapa makanan khasnya ke rakyat Vietnam. Salah satunya adalah baguette atau roti khas Prancis yang bentuknya panjang dan renyah. Baguette terbuat dari adonan tepung, ragi, garam dan air. Saat diperkenalkan ke Vietnam, baguette bertransformasi menjadi Banh Mi.

Banh Mi Korean Bulgogi di Cali Deli Madame Ching pada 7 Februari 2020 di SCBD Jakarta. Tempo/Mitra Tarigan

Novi bercerita, inspirasi awal Madame Ching membuat Banh Mi bukan saat ia bepergian ke Vietnam, melainkan saat ia pergi ke Amerika Serikat. Pada 2003-2004 itu, Madame Ching mencicipi salah satu Banh Mi lezat di sebuah restoran khas Vietnam. Ia pun mencoba membuat Banh Mi saat sampai di Indonesia. Banyak masyarakat yang menyukai Bahn Mi karya Madame Ching hingga akhirnya restoran Cali Deli dibuka pada 2006.

Tempo mencoba beberapa Bahn Mi andalan Cali Deli. Tempo mencoba Bahn Mi Lemon Grass Chicken. Sandwich berukuran besar ini, dipotong menjadi empat. Terdapat berbagai macam sayuran seperti timun, wortel, bawang bombay, seledri. Sayuran segar itu dicampur dengan daging ayam yang sudah disuir. Ada rasa manis dan segar sekaligus saat mencicipi sandwich Vietnam ini. Rasa lemon grass alias serai cukup kuat terasa, namun memberikan rasa nikmat saat melahapnya.

Bahn Mi kedua yang kami rasakan adalah rasa K-Pop. Novi mengatakan rasa K-Pop adalah salah satu Bahn Mi rasa baru di tempatnya. Maklum, dengan tren K-Pop yang semakin menjamur, Novi dan tim pun enggan ketinggalan. "Kami menggunakan rasa bulgogi untuk rasa baru ini," kata Novi. Bagi pecinta K-Pop, mungkin Banh Mi ini bisa menjadi salah satu favorit mereka. Rasa Bulgogi di Banh Mi ini sangat kuat, sehingga sedikit menutupi rasa sayur-mayurnya.

Banh Mi adalah salah satu makanan yang sangat umum di sana. Masyarakat mengkonsumsi Banh Mi selayaknya jajanan pasar. Bedanya, Banh Mi di Vietnam lebih banyak menggunakan daging babi. "Kami mengikuti kondisi konsumen kami, jadi menggunakan daging-daging yang halal," katanya.

Salah satu keunggulan restoran ini, kata Novi, timnya membuat makanan olahan mereka sendiri. Misalnya roti baguette yang dihidangkan dalam Banh Mi dibuat sendiri oleh tim Cali Deli. Begitu juga rice noodle alias bihun yang dihidangkan.

Orang Vietnam lebih sering mengkonsumsi Banh Mi untuk sarapan atau brunch. Satu porsi Banh Mi pun sudah membuat kenyang satu orang. Namun, kata Novi, banyak orang Indonesia pelanggannya yang memesan dua porsi Banh Mi sekaligus untuk makan satu orang. Tidak jarang pula yang memesan itu perempuan, yang lebih sering menghitung jumlah kalori mereka saat makan.

Tempo memesan beef rice noodle soup juga siang itu untuk menghangatkan perut di cuaca yang mendung akhir-akhir ini. Sup dengan isian daging sapi sirloin, bawang bombay, sengkel dan juga bakso itu terasa sangat gurih. "Yang membuat gurih adalah kaldu daging yang kami rebus selama 12 jam," katanya.

Beef Rice Noodle Soup di Restoran Cali Deli Madame Ching pada 7 Februari 2020. Tempo/Mitra Tarigan

Dalam sup daging itu, tim Cali Deli menambahkan beberapa potong bakso. Saya tidak yakin orang Vietnam juga menambahkan bakso dalam sup daging mereka. "Bakso itu buatan sendiri. Dan bakso itu sebagai bentuk pelengkap varian di Indonesia," kata Novi yang mengingatkan bahwa orang Indonesia suka sekali dengan bakso.

Sayur, toge, daun bawang, serta beberapa rasa sambal disiapkan secara terpisah dengan sup itu. Menurut Novi, bila sayur direbus terlebih dahulu, biasanya akan menjadi terlalu layu, apalagi toge sebenarnya tidak memerlukan waktu lama dalam menghidangkannya. Beberapa sambal dan saos pun, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengunjung.

Sebagai pelengkap minuman, Tempo memesan Vietnam Dripped Coffee. Penyajiannya cukup unik. Dalam satu gelas, kopi sudah diseduh dengan campuran susu kental manis yang belum diaduk. Perbedaan warna antara hitam dan putih sangat terlihat di gelas itu. Di sampingnya, tersedia air panas yang bisa ditambahkan pada kopi itu.

Vietnam Dripped Coffee di restoran Cali Deli Madame Ching pada 7 Februari 2020. Tempo/Mitra Tarigan

Menurut Novi, penyajian itu dilakukan agar pelanggan menyesuaikan pula kadar kuatnya rasa kopi. Bila memang suka kopi yang kental, maka air putih hangat pun tidak perlu diberikan. Sebaliknya, bila selera Anda lebih suka rasa kopi yang tidak terlalu kuat, Anda bisa menambah kadar air putih itu.

Sebagai penggemar roti, Anda bisa mencoba Banh Mi khas Vietnam itu. Selain lezat untuk sarapan atau makan siang, potongan roti itu bisa Anda santap untuk menemani teh sore Anda. Berminat?


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT