Dalgona Coffee Mengandung Kalori Tinggi, Cek Cara Sehat Menikmati
TEMPO.CO | 16/04/2020 19:15
Dalgona Coffee atau kopi berbusa Creamy,  merupakan racikan kopi yang tengah viral di Korea Selatan, sebagai aktivitas menarik untuk mengisi waktu si rumah di tengah pandemi Virus Corona, Jakarta, 4 April 2020. Tempo/Fardi Bestari
Dalgona Coffee atau kopi berbusa Creamy, merupakan racikan kopi yang tengah viral di Korea Selatan, sebagai aktivitas menarik untuk mengisi waktu si rumah di tengah pandemi Virus Corona, Jakarta, 4 April 2020. Tempo/Fardi Bestari

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara mengisi waktu selama masa karantina di rumah saja dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid-19, salah satunya ialah membuat minuman kekinian yang masih hits di sosial media, yakni dalgona coffee.

Dalgona coffee atau kopi dalgona yang awalnya populer di Korea Selatan ini memiliki ciri khas kopi berbusa creamy dengan campuran susu segar. Bahannya terdiri dari kopi tanpa ampas instan, gula pasir, dan susu cair. Perpaduan antara susu dan gula pasir akan menimbulkan rasa manis, bagaimana dengan kalorinya?

Menurut Fitness Trainer dan Fatloss Coach Sari Anisa, jika menilik resep dalgona coffee yang banyak beredar di media sosial, terdapat kurang lebih 306 kalori dalam segelas kopi. Bila dibayangkan setara dengan sepiring nasi ditambah dengan lauk ayam goreng.

Namun jangan berkecil hati, Anda bisa mengurangi kalorinya dengan dengan mengganti susunya. Pilih susu skim atau susu rendah lemak.

"Dengan begitu Anda bisa menghemat kalorinya sampai 75 persen, sehingga lebih rendah dibanding kalau pakai susu full cream. Meski dari segi rasa jadi kurang enak," ucap Sari saat dihubungi Tempo.co, pekan lalu.

Sari juga menyarankan agar Anda mengecek lagi kebutuhan kalori harian sebanyak apa. Jika masih dalam batas aman, segelas dalgona coffee tidak akan bikin berat badan bertambah walau dikonsumsi setiap hari.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik Raissa Djuanda mengatakan efek minum dalgona coffee memang tidak langsung. Tetapi efek jangka panjangnya bisa berisiko terkena diabetes. 

"Untuk menyiasati jika ingin mengonsumsi bisa dengan menyiapkan cemilan bisa dari buah dan sayuran atau dari karbohidrat yang kompleks misalnya seperti kue dari tepung terigu menjadi gandum atau granola," ucap Raissa dalam Kuliah Whatsapp, tips pola makan selama masa karantina, Kamis, 16 April 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT