COVID-19, Sebab Pemilik Masalah Jantung Lebih Rentan Meninggal
TEMPO.CO | 09/05/2020 09:30
Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my

TEMPO.CO, Jakarta - Mereka yang memiliki masalah jantung sebaiknya tetap menjaga imunitas saat pandemi virus corona. Pasalnya, risiko kematian jika sudah terinfeksi COVID-19 cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Vito Anggarino Damay Sp. JP (K).

"Karena adanya Covid membuat jantung tidak stabil karena terinfeksi," ujarnya.

Dia menerangkan lebih dari setengah orang yang dirawat di ruang kritis saat ini adalah yang memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah. "Pernah stroke, lemah jantung, bengkak jantung, riwayat jantung," tambah Vito.

Mereka dengan gangguan jantung bila terinfeksi, manifestasi penyakitnya jauh lebih berat. Jantung terkait erat dengan paru-paru karena jantung memiliki pembuluh darah langsung ke paru-paru.

Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah yang disalurkan juga ke paru-paru. Sementara paru-paru berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah.

"Ketika terinfeksi, akibatnya jantung kepayahan (bekerja memompa darah) kalau paru-paru sudah terinfeksi," tambahnya.

Lagi pula, saat ini virus corona juga dapat menyerang langsung ke jantung sebab reseptornya bukan hanya di paru-paru karena reseptornya, bukan hanya di paru-paru namun juga di jantung.

"Paru-paru bisa diserang jantung juga," tuturnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT