Djoko Santoso Meninggal Karena Pendarahan Otak, Ini Penyebabnya
TEMPO.CO | 10/05/2020 11:20
Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, dalam acara Ngobrol Bareng Bersama Joksan di Kopi Bos, Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Fikri Arigi.
Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, dalam acara Ngobrol Bareng Bersama Joksan di Kopi Bos, Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Fikri Arigi.

TEMPO.CO, Jakarta - Eks Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Djoko Santoso meninggal pagi tadi, Ahad 10 Mei 2020. Djoko memang menderita pendarahan otak sehingga dioperasi di RSPAD Gatot Subroto pada 3 Mei 2020. "Benar kemarin operasi karena terjadi pendarahan," ujar politikus Partai Gerindra Habiburokhman saat dikonfirmasi Tempo pada 4 Mei 2020.

Pendarahan otak dapat dikategorikan sebagai sejenis stroke, di mana arteri di otak yang mengalami kebocoran dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, pendarahan otak ini dapat membunuh sel-sel otak.

Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan otak, akan terjadi pembengkakan jaringan otak yang dikenal dengan sebutan edema serebral. Darah yang mengumpul akan membentuk gumpalan yang disebut hematoma.

Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, sehingga akan mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak. Pendarahan otak ini dapat terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, di antara lapisan penutup otak atau di antara tengkorak dan penutup otak.

Ada beberapa faktor risiko dan penyebab pendarahan otak. Faktor-faktor paling umum, antara lain:

  1. Trauma kepala. Cedera kepala berat adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan pendarahan di otak pada kalangan muda di bawah 50 tahun

  2. Tekanan darah tinggi. Kondisi kronis ini biasanya terjadi dalam kurun waktu yang lama. Tekanan darah tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan

  3. Aneurisma merupakan kondisi melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak Pembuluh yang melemah ini dapat pecah dan mengeluarkan darah ke otak, sehingga mengakibatkan stroke

  4. Kelainan pembuluh darah. Kelemahan dalam pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak dapat terjadi sebagai kelainan saat lahir dan hanya dapat didiagnosis jika ada gejala yang muncul

  5. Amyloid Angiopathy. Sebuah kondisi di mana ada kelainan dinding pembuluh darah yang terjadi akibat penuaan dan tekanan darah tinggi

  6. Gangguan darah atau pendarahan. Hemophilia dan anemia sel sabit dapat berkontribusi pada penurunan tingkat trombosit darah
    Penyakit hati. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan pendarahan secara umum

    Djoko Santoso duduk sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

    Panglima TNI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak Desember 2007 hingga September 2010 tersebut aktif terlibat di dunia politik bersama Gerindra mulai 2015 setelah dia pensiun.

    Djoko juga pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dan Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

    SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT