Peneliti Sebut Kopi Bisa Turunkan Risiko Penyakit Batu Empedu
TEMPO.CO | 30/05/2020 13:20
Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide
Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

TEMPO.CO, Jakarta - Batu empedu adalah gangguan pencernaan umum yang disebabkan oleh akumulasi batu empedu di kantong empedu atau saluran empedu. Sebanyak 10-15 persen orang dewasa mengalami masalah ini.

Penelitian melaporkan kopi memiliki potensi untuk melindungi dari penyakit batu empedu dan pankreatitis. Laporan yang berjudul "Kopi dan Pengaruhnya terhadap Pencernaan" dari Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC) menunjukkan kopi dapat membantu proses pencernaan dan juga mempromosikan motilitas usus, yakni kemampuan bergerak menggunakan energi metabolik.

"Efek kopi pada pencernaan merupakan penelitian yang terus berkembang. Data menunjukkan manfaat kopi terhadap keluhan pencernaan umum seperti sembelit serta potensi pengurangan risiko kondisi yang lebih serius, seperti penyakit hati kronis, penyakit hati berlemak non-alkohol, batu empedu, dan pankreatitis," ujar Profesor Carlo La Vecchia dari Departemen Ilmu Klinis dan Kesehatan Masyarakat Universitas Milan, Italia, dilansir Indian Express.

Laporan tersebut juga mengatakan mengonsumsi kopi setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit karena kafein dianggap memainkan peran dalam hubungan ini. Ada perdebatan yang sedang berlangsung tentang dampak berbahaya dari kopi terhadap penyakit gastro-oesophageal reflux disease (GORD) atau mulas.

Namun, studi utama yang ditinjau menunjukkan kopi bukan pemicu utama kondisi ini. Lebih jauh, serat makanan dan polifenol yang ditemukan dalam kopi dapat mendukung pertumbuhan kesehatan populasi mikroflora. Hal ini dapat merangsang mobilitas usus dan mempromosikan pelepasan asam lambung, empedu dan sekresi pankreas serta merangsang pencernaan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT