5 Hal Penting Saat Membersihkan Miss V Usai Bercinta
TEMPO.CO | 09/06/2020 21:15
Ilustrasi vagina. Shutterstock
Ilustrasi vagina. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para wanita sangat penting untuk menjaga kebersihan miss v atau vagina terutama usai bercinta. Sebaiknya langsung membersihkan vagina dan penis dari semua bekas cairan tubuh dan keringat. Ada banyak pertimbangan apakah seseorang perlu langsung membersihkan vagina atau penisnya setelah berhubungan seksual. Mulai dari preferensi kebersihan hingga risiko mengalami infeksi, terlebih jika hubungan seksual dilakukan tidak hanya dengan satu pasangan, membersihkan vagina wajib hukumnya.

Perawatan vagina pada dasarnya tidak terlalu rumit karena seperti mesin biologis otomatis, vagina bisa membersihkan dirinya sendiri, bahkan jika ada sperma di dalamnya. Tak perlu menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang justru bisa merusak pH alami vagina dan membunuh bakteri baik di sana. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan vagina. 

Berikut ini yang perlu dilakukan saat membersihkan vagina setelah bercinta

1. Membersihkan area vulva

Setelah bercinta, bersihkan area vulva dengan membilas miss dengan air di kamar mandi. Jika tidak memungkinkan, gunakan tisu basah tanpa pewangi atau handuk lembut. Lagi-lagi, tak perlu menggunakan sabun khusus kewanitaan apapun karena dapat merusak keseimbangan pH sekitar vagina. Tak hanya itu, sabun kewanitaan juga bisa membuat bakteri baik dan jahat di vagina tidak seimbang.

2. Buang air kecil

Memang belum ada penelitian ilmiah yang menyebut pentingnya buang air kecil setelah bercinta sebagai salah satu cara untuk membersihkan vagina, namun tidak ada salahnya melakukannya. Utamanya, bagi orang yang rentan mengalami infeksi vagina atau infeksi saluran kencing.

Teorinya, saat buang air kecil maka bakteri yang mungkin mendekat ke uretra akan ikut terbuang. Tak perlu terburu-buru, setidaknya buang air kecil 30 menit setelah mencapai orgasme masih aman.

3. Perlakuan berbeda untuk seks anal

Jika mandi setelah bercinta bukan suatu kewajiban untuk seks dengan penetrasi pada vagina, hal berbeda berlaku pada seks anal. Karena anus tidak seelastis vagina, maka aktivitas seks anal bisa berisiko menimbulkan robekan mikroksopik otot sphincter. Jika bakteri masuk ke robekan ini, maka rentan terjadi infeksi. Itulah mengapa setelah melakukan anal seks, sebaiknya langsung membersihkan diri dengan mandi. Jangan lupa bersihkan area kelamin secara menyeluruh.

4. Jaga vulva tetap kering

Cara lain membersihkan vagina adalah dengan menjaga vulva tetap kering. Ini penting terutama bagi yang rentan mengalami infeksi jamur. Jamur seperti candida menyukai area yang basah dan hangat. Memang vagina cenderung lembap, namun mengeringkannya setelah bercinta bisa menurunkan risiko infeksi jamur.

5. Memakai celana dalam kering

Penting juga untuk memakai celana dalam yang kering setelah membersihkan miss v. Jadi, jangan langsung memakai celana dalam tanpa mengeringkannya terlebih dahulu dengan handuk lembut. Selain itu, tidak pakai celana dalam saat tidur juga bisa dipertimbangkan karena memberi waktu area vagina untuk “bernapas”.

Memang membersihkan vagina tidak wajib. Namun tak masalah dilakukan apabila menimbulkan rasa lebih nyaman. Baik bercinta dengan alat kontrasepsi seperti kondom atau tidak, memakai lubrikan atau tidak, pilihan untuk membilas vagina setelah bercinta ada pada tiap individu.

Komunikasikan juga dengan pasangan tentang ritual membersihkan diri setelah bercinta ini. Sama seperti vagina, penis juga tak harus langsung dibersihkan setelah bercinta. Jika ingin lebih nyaman, membilas penis bisa jadi pilihan. Terutama bagi laki-laki yang belum sunat, pastikan membersihkan bagian yang tertutup kulup di kepala penis. Setelah sama-sama bersih, melanjutkan sesi pillow talk atau sekadar berbincang santai di ranjang pun bisa dilakukan untuk meningkatkan bonding dengan pasangan.

 

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT