Yogyakarta Ketat, Wisatawan Dilarang Turun Bus Jika Tak Bawa Surat Sehat
TEMPO.CO | 24/07/2020 09:35
Wisatawan berjubel di depan Pasar Beringharjo. Mereka masih menikmati Kota Yogyakarta pada awal tahun, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Wisatawan berjubel di depan Pasar Beringharjo. Mereka masih menikmati Kota Yogyakarta pada awal tahun, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah tegas terkait kedatangan rombongan wisatawan dari luar kota. Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan para wisatawan wajib membawa surat keterangan sehat atau surat sehat untuk memastikan mereka dalam kondisi fit dan tidak berpotensi menyebarkan virus corona.

"Rombongan wisatawan wajib membawa surat sehat," kata Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis 23 Juli 2020. Pada akhir pekan lalu, menurut dia, belum semua wisatawan menaati peraturan membawa surat sehat ini. Dan ketentuan tersebut akan semakin diperketat pada kunjungan wisatawan di akhir pekan ini dan selanjutnya.

Jika tidak membawa surat sehat, Heroe Poerwadi mengatakan, wisatawan dilarang turun dari bus dan tak boleh masuk ke destinasi wisata yang dituju. "Kemarin ada satu bus yang membawa rombongan wisatawan dan diminta untuk tidak menurunkan mereka di Yogyakarta karena tidak membawa surat sehat," kata Heroe yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta.

Pada akhir pekan lalu, tercatat sebanyak 38 bus pariwisata berukuran besar masuk ke Tempat Khusus Parkir Senopati. Bus-bus itu mengangkut 1.341 wisatawan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta, yang berwisata ke Malioboro dan sekitarnya.

Parkir Senopati di sekitar kawasan Malioboro, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Heroe Poerwadi menambahkan, banyaknya biro perjalanan wisata dari luar daerah yang menawarkan kunjungan ke Yogyakarta dan sekitarnya menimbulkan kekhawatiran potensi penularan virus corona. "Mereka menawarkan perjalanan wisata secara umum, bukan untuk komunitas tertentu. Artinya, siapa saja bisa mendaftar dan ini yang perlu diwaspadai," katanya.

Saat ini, Heroe melanjutkan, Pemerintah Kota Yogyakarta masih membatasi kunjungan wisata dengan lebih memprioritaskan wisatawan keluarga, komunitas, atau instansi. Dengan begitu, satu sama lain pasti memperhatikan kondisi kesehatannya dan siapa-siapa saja yang berkunjung sudah tersaring sejak keberangkatan. "Mereka juga tetap diminta membawa surat sehat," katanya.

Pada Rabu, 22 Juli 2020 terjadi penambahan empat kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta. Dari empat kasus tadi, dua di antaranya memiliki riwayat perjalan dari luar daerah. "Saat sudah banyak tamu atau wisatawan dari luar daerah, tidak ada pilihan lain kecuali memperketat dan menguatkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing," kata Heroe Poerwadi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT