Sebab Ibu Hamil Keputihan Berwarna Kuning, Infeksi Jamur hingga Klamidia
TEMPO.CO | 06/08/2020 06:16
Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com
Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa ibu hamil mengalami keputihan. Kondisi tersebut hal yang wajar, karea  meningkatnya hormon estrogen dalam tubuh sehingga membuat vagina lebih lembap. Keputihan yang dialami umumnya berwarna bening atau putih susu dengan bau yang ringan.

Namun, sebagian ibu hamil mengeluarkan keputihan berwarna kuning. Terkadang, disertai pula oleh rasa gatal, bau busuk, maupun gejala lainnya. Keputihan berwarna kuning dapat menjadi tanda terjadinya infeksi. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada kehamilan Anda. 

Penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil

1. Infeksi jamur

Kehamilan bisa mengganggu keseimbangan pH vagina yang memicu terjadinya infeksi jamur, yang menyebabkan keputihan berwarna kuning saat hamil. Di mana teksturnya tebal dan tak berbau menyerupai keju cottage. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan gatal di dalam dan sekitar vagina, sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks, serta pembengkakan dan kemerahan pada vulva.

Sebuah studi pada tahun 2015 mengindikasikan bahwa infeksi jamur dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan, seperti ketuban pecah dini, persalinan prematur, korioamnionitis (infeksi pada lapisan dan cairan ketuban), serta kandidiasis kulit bawaan yang ditandai dengan ruam kulit.

2. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri dalam vagina di mana bakteri jahat lebih banyak jumlahnya daripada bakteri baik. Kondisi ini bisa menyebabkan keluarnya keputihan berwarna kuning, rasa gatal di dalam dan sekitar vagina, bau yang tak sedap, ketidaknyamanan pada vagina, dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Apabila ibu hamil terkena vaginosis bakterialis, maka ia lebih berisiko mengalami persalinan prematur, ketuban pecah dini, korioamnionitis, berat lahir bayi rendah, dan endometritis (peradangan dinding rahim akibat infeksi). 

3. Gonore

Gonore juga bisa menjadi penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil. Ini adalah penyakit menular seksual yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Meski sebagian wanita yang terinfeksi gonore tak menunjukkan gejala, namun sebagian lain bisa mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seks, pembengkakan pada vulva, sering buang air kecil, dan demam.

Gonore yang tidak diobati selama kehamilan bisa meningkatkan risiko keguguran, ketuban pecah dini, korioamnionitis, persalinan prematur, dan berat bayi lahir rendah. Ketika melewati jalan lahir, bayi dapat terinfeksi gonore yang bisa berbahaya untuknya. 

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit protozoa Trichomonas vaginalis. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini dapat menunjukkan gejala berupa keputihan berwarna kuning dengan bau tak sedap, vagina terasa nyeri dan gatal, tidak nyaman saat buang air kecil maupun berhubungan seks, serta kemerahan pada vagina. Anda juga lebih mungkin melahirkan prematur dan memiliki bayi dengan berat lahir rendah bila terkena trikomoniasis.

5. Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini bisa menyebar melalui seks penetrasi vagina, anal, dan oral. Sebagian wanita yang menderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, sebagian lain mungkin mengalami keputihan berwarna kuning yang berbau menyengat, sering buang air kecil, tidak nyaman saat berhubungan seks, dan nyeri pada perut bagian bawah.

Infeksi klamidia yang tak diobati telah dikaitkan dengan komplikasi kehamilan yang meliputi, persalinan prematur, ketuban pecah dini, dan berat lahir bayi rendah. Tak hanya itu, dalam proses persalinan bayi juga mungkin terinfeksi sehingga menyebabkan infeksi paru-paru dan mata.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT