Tak Pakai Masker di Yogyakarta Bakal Kena Denda Rp 100 Ribu
TEMPO.CO | 06/08/2020 20:21
Ilustrasi masker kain. ANTARA/Anindira Kintara
Ilustrasi masker kain. ANTARA/Anindira Kintara

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta kian ketat mengawasi penerapan protokol kesehatan. Siapapun yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak alias berkerumun, akan dikenakan sanksi berupa teguran sampai denda.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan ketegasan ini seiring dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. "Instruksi presiden itu menguatkan peraturan di Kota Yogyakarta," kata Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta, Kamis 6 Juli 2020.

Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada Masa Tatanan Normal Baru. Peraturan tersebut memuat upaya pemerintah dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan. Di antaranya patroli keliling hingga memberikan sanksi bagi pelanggar.

Petugas menghentikan pengendara yang tak memakai masker di kawasan Tugu Jogja, Sabtu malam, 13 Juni 2020. Razia masker ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang dinilai masih potensial di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Di dalam peraturan wali kota tersebut tercantum jenis sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Mulai dari teguran, kerja sosial, hingga denda Rp 100 ribu "Kalau masih ada yang kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan, maka perlu ditindakan tegas," kata Heroe Poerwadi.

Menurut dia, sebagian besar warga Kota Yogyakarta menyadari pentingnya memakai masker dan rajin mencuci tangan. Hanya saja, masih kurang maksimal dalam menjaga jarak satu sama lain. "Kami sering mendapati masyarakat berkerumun," katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan hingga kini baru menerapkan sanksi teguran kepada mereka yang mengabaikan protokol kesehatan. "Belum sampai sanksi kerja sosial atau denda," kata dia. Musababnya, biasanya orang yang melanggar akan merasa malu saat diingatkan petugas di tempat umum.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT