Gangguan Mental Ini Bikin Orang Selalu Ingin Mencabut Rambut Sendiri
TEMPO.CO | 10/08/2020 06:10
Ilustrasi anak menjambak rambut. Shutterstock.com
Ilustrasi anak menjambak rambut. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sering merasa tak tahan ingin mencabut rambut sendiri? Waspada gangguan mental trikotilomania. Menarik rambut sebenarnya merupakan salah satu cara untuk menghadapi kecemasan dan rasa stres yang melanda. Jika dibiarkan, trikotilomania dapat menyebabkan kebotakan hingga masalah emosi negatif.

Pengidap trikotilomania tak hanya suka mencabut rambut di kepala, tapi juga di area alin seperti alis, bulu mata, atau bagian tubuh manapun yang ditumbuhi rambut.

Sebagian besar kasus trikotilomania mulai terjadi saat menginjak usia remaja. Menurut penelitian 2016, usia seseorang kerap mengalami trikotilomania antara 10-13 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan terjadi pada anak yang berusia lebih muda dari itu dan bertahan hingga tumbuh dewasa.

Gangguan ini bisa dialami perempuan maupun laki-laki. Namun dalam artikel Psychology Research pada  2018, menyebutkan bahwa perempuan memiliki dorongan kuat untuk menarik rambut terutama saat ada perubahan hormonal signifikan dalam dirinya, seperti saat hamil atau pramenstrual (premenstrual syndrome/PMS).

Adapun gejala gangguan mental ini antara lain keinginan untuk terus menarik rambut, menghancurkan helaian rambut, memakan rambut (trichophagy), dan merasa lega setelah menarik rambut.

Seiring dengan waktu, orang dengan trikotilomania akan merasakan efek samping dari apa yang dilakukannya, seperti kebotakan, sensasi gatal, penipisan rambut, iritasi kulit, dan merasa cemas berinteraksi sosial.

Penyebab trikotilomania belum diketahui secara pasti, tapi faktor lingkungan dan genetik juga turut berperan. Beberapa kasus trikotilomania berkaitan dengan masalah mental seperti obsessive-compulsive disorder (OCD), cemas berlebih, depresi, autism, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Banyak orang dengan trikotilomania tidak menyadari kebiasaannya menarik-narik rambut. Ketika tersadar dengan kebiasaannya, misalnya setelah diberi tahu orang lain, mereka jadi merasa semakin cemas dan malu.

Pada akhirnya, kondisi ini menciptakan siklus yang tidak sehat. Merasa cemas, menarik rambut, merasa lega untuk sementara, malu ketika menyadarinya, dan kembali ingin menarik rambut.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT