Jerawat Rentan Muncul di Hidung, Kenali Penyebab dan Cara Menceganya
TEMPO.CO | 15/08/2020 08:30
Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com
Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Jerawat yang muncul di hidung sangat mengganggu penampilan. Kadang Anda pun tergoda untuk mengatasinya dengan cara cepat, yaitu dengan memencetnya. Namun rasa sakit dan bekas lukanya tentu akan membuat Anda mengurunkan niat itu. 

Jerawat di hidung bisa disebabkan karena berbagai hal. Misalnya pori-pori yang besar. Kebanyakan jerawat adalah sekresi berlebih dari minyak-sebum alami kulit kita dan pori-pori yang tersumbat. Jika pori-pori Anda besar, kotoran, dan sebum dapat dengan mudah masuk ke dalamnya sehingga menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Dan karena kebanyakan dari kita memiliki pori-pori besar di hidung, tidak mengherankan jika kita menderita jerawat di hidung. Pori-pori yang tersumbat juga menyebabkan masalah kulit lainnya seperti komedo blackhead dan komedo putih.

Penyebab jerawat di hidung lainnya adalah tindik hidung yang terinfeksi. Jika Anda memiliki tindik hidung yang terinfeksi, bakteri dan kuman yang terkena hidung Anda juga dapat menyebabkan jerawat di hidung. Faktor lainnya perubahan hormonal, peningkatan konsumsi makanan berminyak dan faktor lingkungan seperti kotoran dan polusi juga bisa mengakibatkan jerawat di hidung.

Namun tak perlu khawatir, jerawat di hidup dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini seperti dilansir dari laman Boldsky. 

Cara Mencegah Jerawat Di Hidung

- Basuhlah wajah Anda setidaknya dua kali sehari dengan pembersih wajah antibakteri yang lembut. Ini menghilangkan kotoran dan polusi yang akhirnya menyebabkan jerawat dari pori-pori kulit dan menjaga kesegaran kulit Anda. Namun, Anda harus ingat untuk tidak membasuh kulit secara berlebihan. Jika Anda sering mencuci muka, Anda menghilangkan kelembapan kulit dan produksi sebum berlebihan yang menyebabkan lebih banyak jerawat.

- Jangan menyentuh wajah Anda sepanjang waktu. Tanda disadari Anda memiliki kebiasaannya menyentuh wajah kita secara tidak sengaja. Ini tidak hanya memindahkan kuman ke kulit tetapi juga menyebabkan kulit Anda menghasilkan lebih banyak sebum, sehingga menyebabkan jerawat.

- Hindari produk komedogenik dan berbahan dasar minyak. Ini menyumbat pori-pori kulit Anda dan membuat kulit Anda rentan terhadap jerawat dan komedo. Sebaliknya gunakan produk berbasis air dan non-komedogenik.

- Eksfoliasi kulit secara teratur. Produk granular bekerja dengan baik untuk membuka pori-pori kulit yang tersumbat dan membersihkan kulit untuk mencegah jerawat. Namun, Anda harus ingat untuk tidak melakukan eksfoliasi berlebihan pada kulit atau Anda dapat menyebabkan kerusakan dan kerusakan kecil pada kulit. Batasi eksfoliasi 1-2 kali dalam seminggu.

- Minum banyak air. Minum air sepanjang hari membuat kulit Anda terhidrasi dan mengeluarkan racun dari sistem Anda untuk menjaga kesehatan kulit.

- Ikuti rutinitas perawatan kulit dasar secara rutin. Dari membersihkan, melembabkan, dan mengencangkan adalah tiga langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit. 

- Jangan pecahkan jerawat. Jika Anda memencet jerawat tidak hanya meninggalkan bekas pada kulit tetapi juga menyebarkan infeksi yang menyebabkan lebih banyak jerawat.

- Jangan pernah tidur dengan makeup. Membiarkan produk makeup tebal di kulit dalam waktu lama dapat menyumbat pori-pori Anda dan akhirnya menyebabkan jerawat.

- Makan dengan sehat. Diet Anda memiliki efek langsung pada penampilan kulit Anda. Jika Anda memiliki kulit yang mudah berjerawat, hindari makanan yang panas dan berminyak. Ini dapat menyebabkan kulit Anda menghasilkan lebih banyak minyak dan membuka jalan bagi jerawat.

- Selalu pakai tabir surya. Sinar matahari yang terik dapat menyebabkan banyak kerusakan pada kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan merangsang lebih banyak produksi minyak di kulit yang menyebabkan jerawat. Jadi, selalu lindungi dari sinar matahari dengan tabir surya dengan SPF lebih dari 30.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT