Sistem Kekebalan Tubuh Lemah? Begini Cara Mendeteksinya
TEMPO.CO | 20/08/2020 19:59
Ilustrasi pria flu. shutterstock.com
Ilustrasi pria flu. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sistem kekebalan tubuh adalah garis perlindungan utama terhadap virus corona dan mikroba menular lain. Sistem imun bekerja sepanjang waktu untuk membuat kita tetap sehat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kekebalan tubuh kuat dengan makan sehat dan menjalani gaya hidup sehat.

Hal-hal seperti stres, kecemasan, terlalu banyak minuman beralkohol dapat berdampak negatif pada kekebalan tubuh dan membuat kita rentan terkena infeksi. Berdasarkan penelitian, orang yang memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah adalah yang paling parah terkena infeksi virus corona. Jika Anda bertanya-tanya tentang cara mengevaluasi kesehatan sistem kekebalan , berikut empat tanda yang dapat membantu.

Sering sakit dan butuh waktu lama untuk sembuh
Sering jatuh sakit adalah salah satu tanda kekebalan yang paling jelas. Memiliki sistem imun yang lemah tidak memungkinkan tubuh untuk menghilangkan bakteri, jamur, virus berbahaya, akibatnya lebih rentan terkena infeksi.

Menurut para ahli, jika flu lebih dari tiga kali setahun dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, itu merupakan indikasi sistem kekebalan tidak berfungsi dengan baik. Hal yang sama berlaku untuk semua jenis luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Sesuai laporan American Academy of Allergy Asthma and Immunology, jika Anda harus minum lebih dari dua rangkaian antibiotik dalam setahun dan bahkan infeksi bakteri sederhana ternyata parah, Anda mungkin menderita gangguan imunologi dan harus berkonsultasi dengan dokter.

Merasa sangat lelah
Jika Anda merasa lelah bahkan setelah tidur lebih lama, itu bisa menjadi tanda sistem kekebalan sedang menurun. Sistem kekebalan yang lemah membutuhkan lebih banyak energi daripada biasanya. Tubuh membutuhkan lebih dari tingkat energi normal untuk terus melawan infeksi. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah sepanjang waktu.

Masalah perut
Menurut Universitas John Hopkins, sebagian besar sistem kekebalan terletak di usus. Saluran gastrointestinal memiliki bakteri baik yang melepaskan antibodi untuk melawan infeksi. Dengan demikian, jika terjadi ketidakseimbangan pada bakteri usus, Anda akan lebih mudah tertular infeksi. Itu juga membuat seseorang rentan terhadap penyakit autoimun dan berbagai kondisi peradangan lain.

Bakteri usus juga berperan besar dalam pencernaan. Jadi, jika sering mengalami masalah perut, seperti diare atau sembelit, itu bisa jadi pertanda Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Sariawan
Sariawan bisa terjadi saat Anda menggigit lidah atau pipi sendiri. Namun, sering sariawan bisa menjadi indikasi sistem kekebalan yang lemah. Stres juga dapat menyebabkan sariawan, yang juga merupakan tanda imunitas yang melemah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT