Naik Bus India-Inggris? Yup, Nikmati 70 Hari Perjalanan dan 18 Negara
TEMPO.CO | 06/09/2020 08:52
Adventures Overland saat membawa peserta wisata dengan kendaraan pribadi dari India ke Alaska pada 2016. Mereka menyinggahi Kenai Fjords National Park, Exit Glacier. Foto: @adventuresoverland
Adventures Overland saat membawa peserta wisata dengan kendaraan pribadi dari India ke Alaska pada 2016. Mereka menyinggahi Kenai Fjords National Park, Exit Glacier. Foto: @adventuresoverland

TEMPO.CO, Jakarta - Ini mungkin ide gila, menggunakan bis dari benua Asia menuju Eropa. Tapi, perjalanan wisata itu benar-benar diwujudkan oleh Adventures Overland. Perjalanan selama 70 hari itu, dimulai dari New Delhi di India, menuju jantung Inggris, London

Dinukil dari CNN, Adventures Overland digambarkan sebagai "layanan bus hop-on/hop-off pertama" antara dua tujuan. Bus yang dimodifikasi agar nyaman untuk perjalanan jauh ini, hanya memuat 20 penumpang. Rute bus terinspirasi oleh bus Hippie Trail yang melintasi dunia pada tahun 1950-an dan 1960-an.

Bus tersebut melintasi 18 negara selama 70 hari. Penumpang bisa singgah sebentar di Myanmar untuk menikmati pagoda, mendaki Tembok Besar Cina, dan menjelajahi kota-kota bersejarah termasuk Moskow dan Praha.

Adventures Overland didirikan oleh pengusaha dan pelancong, Tushar Agarwal dan Sanjay Madan. Menurut Agarwal, perjalanan bus itu terinspirasi oleh perjalanan solo yang luar biasa dari London ke Delhi yang dia lakukan pada tahun 2010, "Ini benar-benar perjalanan yang fantastis," katanya kepada CNN Travel.

Sejak mendirikan Adventures Overland, Agarwal dan Madan bahkan telah menyelenggarakan tiga ekspedisi India-ke-London. Bukan dengan bus, namun para peserta perjalanan menggunakan mobil pribadi dalam konvoi. Duo ini juga mengatur perjalanan mengemudi melintasi Islandia yang bersalju dan melintasi danau beku di Rusia.

Sukses mengajak kolega berwisata dengan mobil lintas benua, mereka terpikir untuk menggunakan bus, "Ada banyak orang, pelancong, yang ingin mengalami perjalanan darat ini, tetapi mereka tidak ingin mengemudi," kata Agarwal.

"Jadi, kami muncul dengan ide untuk membuat sebuah bus di mana orang dapat duduk dengan nyaman dan melakukan perjalanan jarak jauh. Dan dari situlah lahir ide Bus ke London," ujarnya kepada Travel and Leisure.

Pengembaraan Lintas Benua
Perjalanan Bus ke London perdana akan berlangsung pada pertengahan 2021, setelah pintu-pintu perbatasan di setiap negara yang dilalui dibuka. Asumsinya, wabah Covid-19 benar-benar reda.

"Waktu terbaik untuk melakukan perjalanan ini adalah antara bulan April dan Juni, karena pada saat itulah cuaca cerah untuk memulai perjalanan dari India ke Myanmar, dan untuk melintasi pegunungan tinggi di Cina dan Kirgistan," jelas Agarwal.

Perjalanan darat ini tidak murah - Agarwal mengatakan biayanya sekitar US$20.000 atau Rp294,8 juta. Peserta bisa memilih untuk ikut paket lengkap sampai ke London, atau memilih setengahnya -- yang dibagi dalam empat tahap perjalanan.

Adventures Overland menawarkan dua rute, India-Inggris atau Inggris-India. Mereka yang berangkat dari New Delhi, sesampai di London, bisa kembali ke India dengan pesawat. Sebaliknya, sesampai bus di London, ada 20 penumpang baru yang diantar ke New Delhi. 

Agarwal berjanji ini akan menjadi perjalanan yang mengesankan seumur hidup, menggambarkan betapa luar biasanya pemandangan yang berubah silih berganti, "Itu adalah jenis pengalaman yang hanya bisa Anda dapatkan ketika melakukan perjalanan darat seperti ini," katanya.

Kepada CNN, Agarwal menjamin perjalanan akan nyaman untuk semua usia. Ia biasa menangani peserta berusia lima tahun hingga 75 tahun, saat Adventures Overland menawarkan paket perjalanan dengan mobil pribadi.

Iklan dalam Instagram @adventuresoverland, yang menawarkan perjalanan dari New Delhi ke London dari perusahaan wisata Adventures Overland. Foto: @adventuresoverland

"Ini adalah rute yang telah dicoba dan diuji, serta dirancang seaman mungkin," kata Agarwal. Adventures Overland juga menyediakan pemandu lokal juga bergabung, untuk membantu melintasi perbatasan dan membantu ketersediaan logistik selama perjalanan.

Sejak mengumumkan ide tersebut, Agarwal dan timnya telah dibanjiri dengan pesanan dari para pelancong di seluruh dunia - sejauh ini sekitar 40.000 orang telah mendaftar.

CNN TRAVEL | TRAVEL AND LEISURE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT