5 Alasan Memilih Telur sebagai Menu Sarapan, Baik untuk Meningkatkan Imunitas
TEMPO.CO | 22/09/2020 07:05
Ilustrasi poached egg atau telur ceplok rebus (PIxabay.com)
Ilustrasi poached egg atau telur ceplok rebus (PIxabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Telur sering dilabeli sebagai makanan yang perlu diwaspadai karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Tapi itu tak sepenuhnya benar karena telur merupakan salah satu makanan paling bergizi di dunia. Jadi, banyak orang menjadikannya sebagai menu sarapan untuk memulai hari yang baik.

Baik telur rebus, orak-arik, rebus, dadar, atau mata sapi, setiap porsi telur penuh dengan protein, vitamin, dan mineral. Makanan ini juga terjangkau, bisa diolah dan dicampurkan apa saja, baik untuk salad, roti, atau pasta.

Berikut lima alasan menjadikan telur sebagai menu harian dalam diet Anda, seperti dilansir dari Arab News, Senin, 21 September 2020. 

1. Tinggi protein 

Protein terdiri dari 21 asam amino berbeda yang saling terhubung. Dari 21 jenis yang dibutuhkan, tubuh tidak bisa membuat sembilan di antaranya sehingga harus berasal dari makanan.

Telur mengandung kesembilan asam amino esensial ini. Itulah sebabnya mereka sering disebut protein berkualitas tinggi atau sempurna. Setiap telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein. 

2. Membantu menurunkan berat badan

Dengan hanya 77 kalori dan hampir tanpa karbohidrat, telur memiliki indeks kenyang yang tinggi. Ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan ngemil.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa makan telur untuk sarapan dapat menjauhkan rasa lapar sehingga lebih sedikit kalori yang dikonsumsi untuk sisa hari itu. 

Satu studi mengungkapkan bahwa orang yang makan kalori yang sama dari telur versus bagel untuk sarapan kehilangan 65 persen lebih banyak berat badan dan memiliki pengurangan lingkar pinggang 34 persen lebih besar.

3. Memperbaiki keseimbangan kolesterol

Di masa lalu, telur sering mendapat reputasi buruk karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, sekitar 162 miligram. Namun penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara telur dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Kolesterol sangat penting untuk fungsi tubuh. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh. Mengkonsumsi telur ternyata meningkatkan kolesterol baik HDL (high-density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein).

4. Sistem kekebalan yang sehat

Telur kaya akan protein, vitamin D, vitamin B2, B5, B12, vitamin E, folat, lutein, dan omega-3, yang semuanya dapat berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas dan mengurangi penyebaran bakteri dan virus.

Telur sangat kaya akan selenium (22 persen dari asupan harian yang direkomendasikan), yang membantu meningkatkan kekebalan, mengurangi kerusakan DNA, dan menghancurkan sel kanker.

5. Meningkatkan penglihatan

Telur merupakan alternatif sumber asam lemak omega 3 yang baik bagi orang yang tidak makan ikan berminyak. Omega 3 ini penting untuk membantu menjaga fungsi otak dan penglihatan.

Kuning telur juga mengandung antioksidan yang disebut lutein dan zeaxanthin yang melindungi mata dari sinar matahari berbahaya dan mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak. Dua masalah ini merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada orang tua.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT