Diselingkuhi Pasangan Bisa Sebabkan Trauma, Hindari 5 Perkataan Ini Saat Bicara
TEMPO.CO | 27/09/2020 16:17
Ilustrasi selingkuh. Shutterstock
Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam menjalin hubungan dengan pasangan, kita tentu mengenal persis masa lalu mereka. Sementara banyak yang putus dalam kondisi yang baik-baik saja, tak jarang pula beberapa diantaranya terpuruk lantaran pernah menjadi korban perselingkuhan.

Tentunya, tidaklah mudah untuk berpacaran dengan mereka yang pernah diduakan. Pasalnya, mereka masih sensitif sehingga harus terus membangun kepercayaan demi bangkit dari masa lalu yang kelam.

Dalam mendukung pasangan dengan kondisi demikian, situs Times of India dan Cheat Sheet membagikan beberapa tipsnya. Ada beberapa perkataan yang harus dihindari agar tidak kembali mengingatkan pasangan pada masa lalunya. Apa saja?

"Saya tidak seperti mantanmu, saya tidak mungkin selingkuh"
Saat sedang bertengkar dengan pasangan, Anda mungkin akan mengatakan bahwa Anda tidak seperti mantan pasangan Anda yang berani berselingkuh. Memang di sisi Anda, ini akan meyakinkannya dari pikiran-pikiran negatif terkait risiko kerusakan hubungan.

Namun bagi pasangan Anda, ini akan mengingatkan kejadian yang sama persis dengan mantannya terdahulu dimana mereka menunjukkan harapan palsu terkait komitmen. Tentu Anda tak ingin pasangan memiliki krisis kepercayaan dengan Anda juga, bukan? Jadi hindari perkataan ini.

"Kamu harus segera move on"
Ketika pasangan pernah diselingkuhi oleh sang mantan, mereka tentu akan membicarakan pengalaman pahitnya kepada Anda. Ini bertujuan agar Anda memahami rasa sakit hati sekaligus hal yang sensitif agar di masa mendatang dapat dihindari.

Namun banyak dari pasangan yang seharusnya mendengarkan, justru menasehati agar si dia segera move on dan melupakan semua supaya hubungan dijalani secara normal. Padahal, ini justru akan membuat mereka terpuruk dan pada akhirnya tertekan dalam menjalani hubungan.

"Kamu sakit jiwa"
Saat pasangan mulai terus menyudutkan Anda, Anda mungkin merasa stres dan akhirnya menyebut mereka sakit jiwa. Walaupun saat itu Anda membela diri atas hal yang mungkin tak pernah dilakukan, namun itu bukan perkataan yang baik untuk disampaikan.

Anda harus mengerti bahwa diselingkuhi tidaklah mudah. Berbagai trauma, rasa takut dan sulit mempercayai orang termasuk pasangan memang akan sering muncul sehingga mereka terlihat bak sakit gila. Namun dalam keadaan seperti ini, yang terbaik justru menawarkan berbagai bantuan. Tanyakan, apa yang bisa dilakukan untuk membuat mereka merasakan kenyamanan alih-alih melontarkan kalimat negatif kepadanya.

"Jangan bereaksi berlebihan"
Hal lain yang sangat buruk untuk memberi tahu pasangan Anda yang pernah diselingkuhi adalah bahwa mereka bereaksi berlebihan terhadap suatu situasi. Mereka telah menghadapi fase yang sangat buruk di masa lalu yang telah membuat mereka bereaksi secara sensitif tentang hal-hal kecil juga.

Hanya karena Anda kesal dengan reaksi mereka, bukan berarti Anda dapat memberitahu mereka bahwa mereka bereaksi berlebihan. Itu hanya akan membuat mereka kembali ke cangkangnya dan tidak lagi mau menceritakan perasaan alami mereka kepada Anda.

"Saya tidak mau membahas hal ini lagi"
Jika Anda berdua bertengkar tentang sesuatu yang sudah dibicarakan sebelumnya, ingatlah bahwa bersikap defensif hanya akan menyebabkan lebih banyak masalah baru. Pertama, itu akan membuat pasangan Anda menutup diri. Kedua, mereka juga akan terus curiga karena merasa seperti Anda menyembunyikan sesuatu.

Jadi, jangan bosan membahas hal yang sama jika pasangan Anda ingin membicarakannya lagi. Alih-alih merasa frustasi, uraikan rasa tidak aman yang dimiliki pasangan Anda dan gali lebih dalam untuk menemukan akar penyebab masalahnya. Kemudian, pecahkan bersama.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TIMESOFINDIA | CHEATSHEET


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT