Masa PSBB, Lebak Tutup Seluruh Destinasi Wisata Sampai 20 Oktober
TEMPO.CO | 02/10/2020 15:47
Warga Baduy luar melakukan aktivitas di Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa, 7 Juli 2020. Selain itu, alasan para tetua adat Baduy lantaran banyaknya dokumentasi terkait wilayah Suku Baduy Dalam yang sangat bertolak belakang dengan tatanan hidup masyaraka
Warga Baduy luar melakukan aktivitas di Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa, 7 Juli 2020. Selain itu, alasan para tetua adat Baduy lantaran banyaknya dokumentasi terkait wilayah Suku Baduy Dalam yang sangat bertolak belakang dengan tatanan hidup masyarakat Adat Baduy, yaitu adanya larangan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan wilayah mereka ke dunia luar. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

TEMPO.CO, JakartaPemerintah Kabupaten Lebak menutup lokasi wisata selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB mulai 1 sampai 20 Oktober 2020. Penutupan dilakukan guna pencegahan penularan Covid-19.

"Semua lokasi destinasi wisata di sini ditutup untuk menghindari kerumunan massa," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin di Lebak, Kamis, 1 Oktober 2020.

Tempat wisata di Lebak yang ditutup antara lain Pesisir Pantai, Pemandian Air Panas, Curug, Kawasan Adat Badui, Kebun Teh Cikuya, dan Museum Multatuli.

Imam berharap penutupan itu bisa meminimalkan kerumunan massa yang berpotensi terjadi penularan. "Kami berharap penutupan wisata itu dapat meminimalisasi penanganan pandemi Covid-19," ujarnya.

Selama PSBB, warga yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi denda mulai Rp 150 ribu dan pelaku usaha Rp 25 juta. Pemberlakuan sanksi denda tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pemerintah daerah akan memberikan tindakan tegas bagi pelanggar protokol kesehatan, termasuk pelaku usaha. "Kami minta semua pengelola wisata dapat mentaati kebijakan pemerintah daerah selama PSBB," kata Imam.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT