Main Kartu dan 8 Aktivitas untuk Melatih Otak di Waktu Luang
TEMPO.CO | 05/10/2020 19:10
Ilustrasi anak bermain puzzle. huffpost.com
Ilustrasi anak bermain puzzle. huffpost.com

TEMPO.CO, Jakarta - Otak berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat. Gangguan pada alat vital ini menyebabkan penurunan kualitas hidup. Itu sebabnya, kesehatannya perlu dilatih agar bisa berfungsi baik hingga tua. 

Ada banyak kegiatan melatih otak yang sederhana dan menyenangkan seperti mencoba rute baru atau bereksperimen dengan musik. Latihan otak tak harus baku. Hal terpenting adalah membantu mengasah daya ingat, fokus, dan fungsi otak.

Melakukan latihan otak membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan juga fokus. Manfaatnya bisa terlihat dalam aktivitas sehari-hari yang bisa dituntaskan dengan lebih cepat dan mudah.

Berikut beberapa aktivitas latihan otak yang bisa Anda coba. 

Mendengarkan atau bermain musik

Menurut penelitian pada 2017, mendengarkan musik dengan nada menyenangkan akan memancing ide-ide baru ketimbang suasana yang hening. Jika ingin belajar memainkan alat musik, tak ada kata terlambat. Usia berapa pun adalah momen yang tepat untuk mengenal instrumen sekaligus memberi stimulus positif pada otak.

Menari

Gerakan fisik, seperti menari, juga bisa melatih otak. Belajar gerakan tarian baru akan meningkatkan kemampuan otak memproses informasi menjadi lebih cepat serta mengasah daya ingat. Jenis tarian yang dipelajari bebas, sesuaikan saja dengan selera masing-masing. Tak hanya baik untuk kesehatan otak, menari juga dapat menghilangkan mood swing.

Menyusun puzzle

Puzzle jadi salah satu pilihan menyenangkan untuk melatih otak. Tak ada batasan usia dalam menyusun puzzle. Melatih otak dengan menyusun puzzle melibatkan beberapa kemampuan kognitif. Seseorang harus melihat pada kepingan puzzle berbeda yang menantang untuk otak.

Memperkaya perbendaharaan kata

Banyak kata-kata baru yang bisa didapat saat membaca buku atau artikel. Catat di buku atau notes ponsel sembari mencari tahu definisinya. Di hari berikutnya, coba gunakan kata tersebut lima kali sehingga terasa lebih familiar.

Membiasakan diri mengenal perbendaharaan kata baru akan memberikan stimulus pada bagian otak yang memproses informasi audio dan visual. Jika dijadikan aktivitas latihan otak sehari-hari, akan memberikan stimulus yang baik pada otak.

Belajar bahasa baru

Belajar bahasa baru akan meningkatkan kemampuan kognitif seseorang. Tak perlu jadi polyglot. Selain mengasah daya ingat, belajar bahasa baru bisa membuat kreativitas meningkat. Menariknya lagi, menguasai lebih dari satu bahasa dapat mencegah penurunan fungsi otak.

Bermain kartu

Bermain kartu dapat memberi stimulus mental. Dermain kartu sebentar saja dapat meningkatkan volume di beberapa area otak. Tak hanya itu, daya ingat dan kemampuan berpikir tajam juga dilatih lewat permainan kartu.

Coba rute baru

Jangan malas mencoba rute baru saat berangkat kerja atau kegiatan rutin. Bukan hanya jalur berbeda, tapi bisa juga dengan menggunakan moda transportasi publik untuk memberikan stimulus pola pikir berbeda pada otak.

Meditasi

Hanya beberapa menit meditasi setiap hari untuk mengatur napas dan fokus dapat menurunkan stres serta kecemasan berlebih. Selain itu, aktivitas ini bisa meningkatkan kemampuan otak dalam memproses informasi. Lakukan meditasi setidaknya lima menit setiap hari.

Pelajari keahlian baru

Memperlajari keahlian baru bisa memperkuat koneksi antar-bagian di otak. Bahkan pada lansia, belajar hal baru akan meningkatkan daya ingat. Apa saja bisa menjadi media melatih otak lewat pembelajaran skill baru. Selalu ada alasan dan cara untuk membekali diri dengan skill baru.

SEHATQ

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT