Minyak Goreng Selalu Dianggap Penyebab Kolesterol, Padahal...
TEMPO.CO | 06/10/2020 21:02
Ilustrasi Minyak Goreng. bimcbali.com
Ilustrasi Minyak Goreng. bimcbali.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat memiliki waktu dan kreativitas yang tinggi untuk melakukan inovasi-inovasi dalam memasak. Namun, katanya minyak goreng berbahaya karena bisa menyebabkan kolesterol. Apakah benar?

Ahli gizi Seala Septiani mengatakan cara mencegah kolesterol tinggi atau penyakit-penyakit lain itu adalah dengan makanan sehat dengan gizi seimbang. Hal itu penting dilakukan baik saat pandemi atau tidak. “Sering dengar jangan pakai minyak, tidak sehat. Faktanya minyak seperti soya oil adalah sumber lemak yang baik bagi tubuh. Lemak yang dibutuhkan tubuh adalah bukan kolesterol, kaya akan MUFA, PUFA, dan omega 3,” tuturnya dalam konferensi pers virtual Sania Royale Soya Oil, Selasa 6 Oktober 2020.

Dia menambahkan bahwa minyak merupakan sumber nabati. Sumber nabati itu bebas kolesterol karena kolesterol itu adanya dari sumber hewani. Sehingga tidak ada hubungannya dengan kolesterol karena minyak adalah sumber nabati.

Salah satu bahan dasar minyak goreng adalah soybean oil yang berbahan dasar kedelai yang kaya akan manfaat bagi kesehatan, kaya akan lemak baik, titik asap tinggi dan mudah didapat. “Yang perlu diperhatikan juga itu, sekali makan harus seperti apa, minyak sudah bagus tapi yang digoreng jangan jeroan terus karena jeroan itu kolesterol tinggi terus. Hindari pemanasan atau pemasakan berulang minyak, karena sudah berubah kandungannya,” ujarnya.

Di samping menjaga pola makan, untuk membantu kolesterol tubuh stabil adalah tetap aktif bergerak walau di rumah saja.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT