4 Prediktor Kematian Pasien Covid-19 Menurut Para Dokter
TEMPO.CO | 08/10/2020 09:58
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kematian akibat Covid-19 di Tanah Air masih tinggi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Dinkes DKI mengungkap hasil penelitian yang menunjukkan ada empat prediktor yang menyebabkan kematian pada pasien Covid-19. Empat hal tersebut adalah usia tua, pneumonia, sesak napas, dan hipertensi.

Penelitian itu, dilakukan pada 381 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dari 4.052 pasien yang terkonfirmasi positif di DKI. Riset ini di publikasi pada jurnal Acta Medica Indonesiana jurnal bertaraf internasional Q3.

Tim peneliti terdiri dari Dr. dr. Anna Rozaliyani, Sp.P, M.Biomed; dr. Diah Handayani, Sp.P(K); dan dr. Findra Setianingrum bekerja sama dengan dr. Ary I. Savitri dan dr. Titania N. Shelly dari Siena Clinical – Academic Research Organization; dr. Vini Ratnasari dari RSUD Pasar Rebo; dr. Romala Kuswindarti dari RSUD Ciracas; serta dr. Ngabila Salama, dr. Dwi Oktavia, dan dr. Widyastuti, MKM dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien COVID-19 yang meninggal dunia adalah 58,2 tahun. Risiko kematian meningkat mulai usia 50 tahun ke atas dengan perbedaan signifikan dibandingkan usia di bawahnya. Dari 41,1 persen pasien COVID-19 dengan pneumonia, sebanyak 81,6 persen pasien meninggal. Pada pasien-pasien tersebut juga dijumpai gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Risiko kematian pasien COVID-19 di usia tua meningkat akibat pengaruh dari kerja sistem imun tubuh yang menurun. Mereka menjadi lebih rentan mengalami kondisi serius dan respons pengobatan yang tidak maksimal.

Pasien pneumonia dan sesak napas juga sangat mungkin mencapai luaran buruk karena peluang pasien-pasien ini untuk jatuh ke dalam kondisi acute respiratory distress syndrome (ARDS) meningkat. Penelitian ini juga menyatakan hipertensi meningkatkan risiko kematian pasien COVID-19 sebesar dua kali lipat.

"Kami menyambut baik studi ini dan menyampaikan apresiasinya kepada para peneliti. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi, baik kepada masyarakat maupun klinisi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian pasien COVID-19. Sikap waspada dan upaya pencegahan harus senantiasa dilakukan, apalagi melihat angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia terbilang tinggi jika dibandingkan angka kematian dunia,” demikian pernyataan dekan FKUI dr. Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulis.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT