Sudah Beroperasi Lagi, Pakar Ingatkan Penularan Covid-19 di Bioskop lewat Udara
TEMPO.CO | 26/10/2020 08:29
Ilustrasi Bioskop. (ANTARA/Pixabay)
Ilustrasi Bioskop. (ANTARA/Pixabay)

TEMPO.CO, Jakarta - Bioskop di DKI Jakarta sudah mulai beroperasi pada 21 Oktober 2020. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan pengaturan desinfeksi berkala dan sistem ventilasi udara di ruangan bioskop harus diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan COVID-19.

"Sistem ventilasi udara juga penting untuk diperhatikan," kata Ketua IAKMI Dedi Supratman.

Dia menuturkan proses desinfeksi ruangan secara berkala harus disampaikan secara jelas untuk dilakukan demi efektivitas pelaksanaan protokol kesehatan. Prosedur desinfeksi menjadi bagian dari upaya penting dalam menjaga ruangan bioskop tetap aman dari COVID-19, selain pengunjung yang harus #pakaimasker dan #jagajarak.

Untuk itu, proses desinfeksi harus dilakukan dengan optimal dan terus-menerus seperti di seluruh ruangan bioskop dan setelah penayangan film. Sistem ventilasi udara menjadi penting untuk diperhatikan sebagai langkah antisipasi potensi penularan virus corona melalui airborne.

Dia menuturkan banyak pakar, termasuk dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, masih memiliki dugaan kuat terkait dengan penularan virus penyebab COVID-19 itu melalui udara. Selain itu, Dedi menuturkan hal lain yang harus diperhatikan adalah memastikan di dalam bioskop tidak ada pengunjung yang makan dan minum.

Pendataan terhadap pengunjung juga harus dilakukan sebagai upaya mendukung pelacakan kontak jika setelah menonton film di bioskop ada yang mengalami gejala COVID-19. Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan ruangan bioskop pada umumnya tertutup tanpa ventilasi dengan pendingin udara yang bersirkulasi di dalam. Apabila ada satu pengunjung saja tanpa gejala tetapi mengidap virus corona maka akan berpotensi menjadi sumber penyebaran virus kepada pengunjung lain.

Durasi film yang minimal 1,5 jam akan meningkatkan waktu paparan dan meningkatkan jumlah partikel aerosol yang terhirup. Transmisi secara airborne adalah penyebaran mikroba, dalam hal ini virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, melalui aerosol yang tetap bersifat menular meskipun terbawa angin dalam jarak jauh.

*Artikel ini adalah kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT