Sebab Kita Perlu Mewaspadai Orang Tanpa Gejala Covid-19
TEMPO.CO | 26/11/2020 18:50
Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan
Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/Fauzan

TEMPO.CO, Jakarta - Waspadai orang yang positif COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala karena menjadi penyebab sebagian besar penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona. Begitu menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Pada kebanyakan kasus COVID-19, orang tidak mulai menunjukkan gejala, seperti batuk, demam, dan sesak napas, sekitar enam hari setelah terinfeksi. Selama rentang waktu itu, orang-orang yang positif bisa sangat rentan menularkan penyakit dan biasanya mereka tidak menyadari mengidap virus dan menyebabkan penyebaran yang tidak disengaja.

"Kebanyakan infeksi SARS-CoV-2 disebarkan oleh orang-orang tanpa gejala," kata CDC, seperti dilansir dari Health.

CDC memperkirakan lebih dari 50 persen dari semua infeksi ditularkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala dan ini artinya setengah dari infeksi baru berasal dari dari orang yang mungkin tidak menyadari ia bisa menularkan virus ke orang lain. Inilah alasan masker, termasuk yang berbahan kain, penting untuk memperlambat penyebaran COVID-19. Benda ini bisa menghentikan orang yang terinfeksi menyebarkan virus dan melindungi pemakainya terkena tetesan pernapasan orang lain.

"Manfaat penggunaan masker berasal dari kombinasi kendali sumber dan perlindungan pribadi untuk pemakainya. Masker kain tidak hanya secara efektif memblokir sebagian besar tetesan berukuran besar tetapi juga dapat memblokir tetesan dan partikel halus (juga sering disebut sebagai aerosol) yang lebih kecil dari 10 mikron," kata CDC.

Di Indonesia, pemerintah bersama para pakar kesehatan sudah mengimbau pemakaian masker, terutama saat berada di ruang publik. Masker yang dianjurkan antara lain berbahan kain dengan tiga lapis bahan sintetis tanpa tenun dan diatur agar lapisan filtrasi berada di tengah.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyarankan lapisan kain bisa terdiri dari katun dengan dua lapisan sifon, mengandung poliester-spandeks untuk menyaring 80-90 persen partikel. Efektivitas masker kain yang sesuai standar untuk melindungi Anda dan orang sekitar dari COVID-19 juga terkait cara pakai secara benar, lalu penerapan #jagajarak 1 meter satu sama lain, rutin #cucitangan, dan tindakan tidak memegang wajah dan masker sebelum mencuci tangan.

Sebelum #pakaimasker, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO merekomendasikan cuci tangan dulu, lalu memeriksa kondisi masker apa ada yang rusak atau tidak. Hindari mengenakan masker dengan tali yang longgar. Setelahnya, pakai masker menutupi hidung dan mulut tanpa memberi celah pada sisi-sisinya.

*Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT