Sempat 0 Persen, Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Hampir Kembali Normal
TEMPO.CO | 30/11/2020 21:14
Salah satu hotel menyalakan lampu kamar dan membentuk tanda cinta di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 April 2020. Aksi solidaritas hotel tersebut menjadi simbol empati, semangat kebersamaan dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijay
Salah satu hotel menyalakan lampu kamar dan membentuk tanda cinta di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 April 2020. Aksi solidaritas hotel tersebut menjadi simbol empati, semangat kebersamaan dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat hunian hotel di Kota Bogor yang sempat terpuruk akibat pandemi hampir kembali normal. Bulan ini, tingkat hunian hampir mencapai angka normal kembali seperti sebelum pandemi.

Ketua Umum Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Bogor Raya, Eka Gartika mengatakan tingkat hunian rata-rata hotel di Kota Bogor pada November 2020 bisa disebut sudah mendekati kondisi terbaiknya, yakni sekitar 70 persen. "Kegiatan rapat dari kementerian dan lembaga, mulai banyak dilakukan di hotel-hotel di Kota Bogor pada November ini," kata dia, Senin, 30 November 2020.

Menurut Eka, kebangkitan hotel-hotel di kota hujan itu dimulai pada Juli lalu saat pemerintah setempat mulai menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar berbasis pra-adaptasi kebiasaan baru (PSBB pra-AKB). Kebijakan itu memberikan kelonggaran pada sektor ekonomi yang tidak dikecualikan sehingga membuat bisnis hotel mulai menggeliat kembali dan membuka operasionalnya.

Berdasarkan data IHGMA Chapter Bogor Raya, tingkat hunian rata-rata hotel di Kota Bogor pada April 2020 mencapai titik terendah, yakni nol persen. Padahal, rata-rata tingkat hunian hotel di kota itu sebelum terjadi pandemi COVID-19 sekitar 70-80 persen.

Dengan upaya menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai Juli 2020, tingkat hunian hotel rata-rata per bulan di Kota Bogor berangsur-angsur merangkak naik dan pada September 2020 mencapai sekitar 46 persen.

Kini bisnis tersebut mulai bangkit dan berusaha mencapai kondisi operasional yang terbaik dengan menerapkan protokol kesehatan dan melalui sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment).

IHGMa juga mencatat tingkat hunian hotel di Kota Bogor masih lebih tinggi daripada rata-rata hunian hotel di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Bogor pada Juli 2020, yakni 39,32 persen, Agustus mencapai 56,82 persen, dan September mencapai 46,39 persen, sedangkan rata-rata tingkah hunian hotel di Jawa Barat pada Juli 2020, yakni 27,17 persen, Agustus mencapai 34,95 persen, dan September mencapai 32,68 persen.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT