Jelang Akhir Tahun, Satgas Covid-19 Minta Ketersediaan Alat Kesehatan di Daerah
TEMPO.CO | 09/12/2020 16:40
Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.
Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menuju akhir 2020, Pemerintah Daerah dan Satgas Covid-19 daerah diminta segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 pusat. Hal ini agar tidak terjadi kekurangan logistik alat kesehatan, seperti obat-obatan, reagen, maupun alat pelindung diri (APD).

"Pastikan kebutuhan logistik ini mencukupi, sehingga tidak menghambat penanganan yang dilakukan kepada pasien Covid-19 di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, Selasa, 8 Desember 2020.

Saat ini, tren peningkatan kasus Covid-19 masih terus terjadi. Bahkan, pada 3 Desember penambahan kasus harian mencapai 8.369. Angka ini menunjukkan kondisi yang sangat membahayakan dan mencerminkan masih tingginya penularan yang terjadi di masyarakat.

Hal ini juga diakibatkan penurunan drastis tingkat kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dari data terakhir, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker turun persentasenya. Pada September tercatat sebesar 83,67 persen dan pada awal Desember menjadi 57,78 persen.

"Ini diperburuk juga dengan kenyataan bahwa kedisiplinan menjaga jarak juga turun, dari 59,57 persen menjadi 41,75 persen pada periode yang sama," ujarnya.

Menerapkan disiplin protokol kesehatan adalah cara yang paling efektif dalam menekan penularan Covid-19. Wiku kembali mengingatkan patuh menerapkan protokol kesehatan harus dijadikan kewajiban bagi masyarakat. Untuk aparat penegakan hukum di daerah beserta pimpinan daerah, tegakkan disiplin tanpa pandang bulu kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

"Ingat, dokter dan tenaga kesehatan yang memberikan perawatan merupakan benteng terakhir. Jumlah mereka sangat terbatas, hargailah mereka," Wiku mengingatkan.

Ia juga menyampaikan saat ini kapasitas pemeriksaan Covid-19 di Indonesia semakin mendekati target yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kapasitas tes Indonesia saat ini sudah sebesar 96,35 persen.

Namun demikian, peningkatan tes ternyata diikuti tren peningkatan kasus positif yang semakin memburuk. Seharusnya, angka tes yang tinggi tidak diikuti dengan peningkatan kasus positif.

"Ini artinya tingkat penularan makin tidak terkendali. Tolong pengertiannya, tolong kerjasama yang serius. Jangan sampai kerja keras selama ini hilang percuma," tegasnya.

*Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT