Dibuka Lagi di Masa Pandemi Covid-19, GWK Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
TEMPO.CO | 13/12/2020 10:26
Petugas membersihkan area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sepi pengunjung di Badung, Bali, Sabtu, 21 Maret 2020. Pemprov Bali mengeluarkan seruan untuk menutup sementara kegiatan kunjungan di obyek wisata di seluruh Bali sebagai upaya pencega
Petugas membersihkan area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sepi pengunjung di Badung, Bali, Sabtu, 21 Maret 2020. Pemprov Bali mengeluarkan seruan untuk menutup sementara kegiatan kunjungan di obyek wisata di seluruh Bali sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 atau Virus Corona. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Kabupaten Badung, Bali, ikut terimbas pandemi Covid-19 sehingga harus tutup sejak Maret 2020 sampai dibuka lagi pada 4 Desember. GWK menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang mengacu pada sertifikasi Tata Kelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) di masa pandemi Covid-19.

"Kami telah membuka kunjungan bagi wisatawan. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung, kami menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)," ujar GM Marketing Communications & Event GWK, Andre R. Prawiradisastra.

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menurut Andre dilakukan mulai dari area parkir kedatangan, lokasi pembelian tiket, gerbang masuk kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, restoran, fasilitas publik seperti toilet dan mushalla, hingga memasang sejumlah papan petunjuk dan informasi serta rambu imbauan untuk penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) yang ditempatkan di berbagai titik strategis.

Ia menambahkan seluruh wisatawan yang datang diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan diberikan stiker khusus sebagai tanda, harus #pakaimasker, serta wajib mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Tidak hanya itu, manajemen juga menempatkan hand sanitizer di beberapa lokasi serta menyediakan tempat #cucitangan di setiap toilet, dan beberapa lokasi strategis lain untuk mempermudah wisatawan mencuci tangan selama kunjungan di GWK Cultural Park.

Penerapan #jagajarak diimplementasikan mulai dari pembatasan penumpang shuttle bus, antrean di loket tiket dan loket kasir, serta kebijakan pengaturan tempat duduk di restoran. Untuk memastikan kawasan selalu dalam kondisi bersih, dilakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area secara berkala setiap hari.

Menurut Andre, selain bagi wisatawan, protokol kesehatan Covid-19 juga diberlakukan terhadap seluruh karyawan dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memulai pekerjaan dan menjalani skrining tes cepat. Seluruh petugas garis depan, keamanan, hingga koki di restoran diwajibkan selalu mengenakan masker, pelindung wajah, dan sarung tangan atau pelindung sesuai dengan protokol yang diterapkan.

Meskipun ada beberapa lokasi yang tertutup, khususnya di area Pedestal Patung GWK, pembatasan jumlah pengunjung diperketat.

"Kami batasi yang masuk ke dalam pedestal patung GWK hanya 100 orang pada saat yang bersamaan dari kapasitas maksimal 500 orang. Kalau di luar karena kawasannya luas, kami tidak melakukan pembatasan tetapi ada petugas yang mengawasi protokol kesehatan," tutur Andre.

*Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT