Kota Ini Pertimbangkan Tak Buka Objek Wisata di Libur Akhir Tahun
TEMPO.CO | 14/12/2020 06:32
Wisatawan asal Korea menyeberangi Canopy Bridge (jembatan gantung antar pohon) di Kawasan Wisata Bukit Bangkirai, Balikpapan, Kaltim, 20 Agustus 2014. ANTARA/Yudhi Mahatma
Wisatawan asal Korea menyeberangi Canopy Bridge (jembatan gantung antar pohon) di Kawasan Wisata Bukit Bangkirai, Balikpapan, Kaltim, 20 Agustus 2014. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta - Kekhawatiran bisa menyebabkan kerumunan, Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mempertimbangkan untuk menutup sementara objek wisata pada libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Sedang kami pertimbangkan,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Ahad, 13 Desember 2020.

Rizal mengatakan berkumpulnya orang di tempat-tempat wisata pada hari libur dikhawatirkan akan menjadi sumber penularan wabah atau kluster tersendiri. Apalagi salah satu objek wisata di Balikpapan, yaitu Pantai Manggar atau Lamaru, biasanya didatangi tidak hanya oleh warga Balikpapan, tapi juga warga Samarinda dan Tenggarong.

Ia juga menilai situasi tempat wisata seperti di pantai dan kegiatan liburan di sana bakal membuat orang kesulitan memenuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. “Dan dalam pertimbangannya, tidak hanya pantai yang ditutup, tapi semua tempat wisata,” kata Rizal.

Waktu penutupan diperkirakan selama 8 hari, yaitu selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan, Doortje Marpaung mengatakan kemungkinan penutupan tempat-tempat wisata tersebut mempertimbangkan laporan dari Satgas Covid-19 Kota Balikpapan yang mengatakan adanya kecenderungan kenaikan kasus di klaster tertentu. “Karena itu bisa saja pada libur Natal dan akhir tahun semua objek wisata akan ditutup,” kata dia.

Sampai Ahad kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 55 kasus dan 15 pasien sembuh. Dari ke-55 kasus tersebut, ada bayi usia sebulan dan 8 bulan, balita 3 tahun, anak dan remaja usia 8, 13, 15, dan 16 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty mengatakan kasus itu ditemukan dari hasil tracing 23 kontak erat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT