Sandiaga Uno Bahas Kemungkinan Pembukaan Travel Bubble dengan Singapura
TEMPO.CO | 21/01/2021 21:34
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan memba
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan membahas penyampaian program-program nggulan Kemenparekraf. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Singapura sama-sama masih menerapkan pembatasan untuk kedatangan orang asing ke negaranya. Meski begitu, kemungkinan untuk membuka akses perjalanan dengan travel bubble antara kedua negara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun mengajak Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan membahas peluang untuk menerapkan travel bubble itu. Sebab, kebijakan itu bisa memudahkan perjalanan wisatawan untuk keluar masuk Indonesia termasuk dari Singapura yang selama ini menjadi negara penyumbang jumlah wisatawan mancanegara terbesar.

Sandiaga mengatakan Indonesia saat ini masih fokus meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan membuka pintunya untuk melakukan travel bubble.

"Saya rasa tidak menutup kemungkinan pastinya untuk merenggangkannya, seperti dengan Singapura. Sebab, salah satunya saya rasa titik masuk wisatawan dari Singapura adalah Batam dan Bintan," ujar Sandiaga, Rabu, 20 Januari 2021.

Ia pun mengusulkan beberapa destinasi di antaranya Bali, Jakarta, Batam dan Bintan untuk menjadi prioritas mendapat vaksin lebih awal. Sebab, tiga wilayah tersebut adalah titik masuk wisatawan.

"Vaksinasi sudah mulai di Indonesia, saya telah me-lobby bahwa area seperti Bali, Jakarta, Batam, dan Bintan juga akan mendapat semacam prioritas, karena ekonomi Bali resesi -4 persen akibat turunnya kinerja pariwisata. Batam dan Bintan juga lumpuh," kata Sandiaga.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian mengatakan bahwa meski rencana travel bubble Singapura-Indonesia belum ditentukan kapan waktu penerapannya, tapi menurutnya tidak ada salahnya untuk mendiskusikan persiapan yang harus dilakukan di masing-masing negara. "Dari pembahasan ini kita bisa mengetahui skala prioritas dan hal apa saya yang dibutuhkan saat kebijakan ini kelak diterapkan,” ujarnya.

Vivian mengatakan bahwa hal yang utama perlu dipersiapkan dalam travel bubble adalah aturan hingga protokol kesehatan yang ketat di masing-masing negara. Hal tersebut bertujuan agar wisatawan dapat melakukan perjalanan dengan nyaman. Ia juga menjelaskan bahwa Singapura sedang fokus pada program vaksinasi.

Baca juga: Australia dan Selandia Baru Berencana Buka Travel Bubble Dua Arah Tahun Depan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT