Cara Membedakan Madu Asli dan Campuran, Benarkah yang Asli Tak Disukai Semut?
TEMPO.CO | 02/04/2021 06:35
Madu khas Wonosobo yang dihasilkan oleh lebah gung ini menjadi oleh-oleh  yang tidak boleh dilewatkan saat ke Dieng, Jawa Tengah. Tempo/Francisca Christy Rosana
Madu khas Wonosobo yang dihasilkan oleh lebah gung ini menjadi oleh-oleh yang tidak boleh dilewatkan saat ke Dieng, Jawa Tengah. Tempo/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum membeli madu, perlu paham apa saja ciri-ciri madu asli. Pengetahuan ini agar tidak terkecoh membeli madu palsu. Bukannya mendatangkan khasiat, justru madu palsu dapat menimbulkan imbas yang buruk pada kesehatan tubuh.

Agar tidak tertipu, berikut cara membedakan madu asli dan palsu:

Langkah pertama, teteskan madu ke dalam air. Madu palsu akan larut dalam air ataupun terapung. Sedangkan madu murni tidak akan tercampur dengan air. Justru akan jadi gumpalan dan mengendap di dasar air.

Kedua, uji nyala api pada madu. Bisa pakai korek api. Caranya celupkan batang korek api pada madu, lalu nyalakan. Jika api menyala, artinya madu tersebut asli. Karena madu murni mudah terbakar. Madu palsu tidak akan menyala jika dibakar karena sudah terkontaminasi zat lain.

Ketiga, diuji dengan kertas blotting atau kain putih. Jika madu yang dituangkan pada keduanya tidak menyerap dan tidak meninggalkan noda, maka madu tersebut benar murni. Beda halnya madu palsu, akan cenderung menembus kain dan kertas serta meninggalkan bekas.

Keempat, langkah paling praktis, pakai ibu jari. Letakkan sedikit madu pada jari, jika lengket berarti palsu. Hal ini terjadi karena kandungan pemanis tambahan pada madu palsu. Madu asli akan menyerap ke kulit dan tidak menyebar ke permukaan lainnya karena teksturnya yang kental. Sedangkan madu palsu meninggalkan butiran pada permukaan kulit jari.

Kelima, menguji keaslian madu dengan cara dipanaskan dalam sendok. Tuangkan madu dalam sendok lalu panaskan diatas lilin yang menyala. Madu murni akan jadi karamel dengan cepat dan tidak berbusa. Jika palsu, tidak berkaramel dan berbusa saat dipanaskan. Pun ketika ditarik dengan lidi, madu palsu akan membentuk benang yang keras. Sebaliknya, madu asli tidak akan membentuk benang yang keras.

Keenam, menggunakan sari cuka. Madu yang ditetesi cuka akan berbusa jika palsu. Langkah selanjutnya mengoleskan madu pada sepotong roti. Jika madu murni, permukaan roti yang diolesi madu akan jadi renyah. Jika palsu, roti jadi lembek karena kadar airnya.

Ketujuh, pakai kuning telur. Campurkan kuning telur dan madu dalam wadah lalu diaduk. Jika kuning telur tampak matang, maka madu tersebut kemungkinan asli. Sebaliknya, madu palsu tidak akan memberi efek apapun pada kuning telur.

Kedelapan, terakhir, tes rasa dan warna madu. Saat dicoba, rasa madu asli tidak akan tertinggal di lidah. Jika rasanya terlalu manis, kemungkinan besar madu tersebut campuran atau palsu. Soal warna tergantung bunga yang diambil oleh lebahnya.

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

Baca juga: Cara Menyimpan Madu yang Benar, Salah Satunya Jangan Taruh di Kulkas


REKOMENDASI BERITA