Rata-rata Penderita Gangguan Bipolar Pada Usia Sekitar 25 tahun, Ini Gejalanya
TEMPO.CO | 07/05/2021 19:17
ilustrasi bipolar (pixabay.com)
ilustrasi bipolar (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, dan kemampuan seseorang untuk berfikir jernih. Pasang surut suasana hati penderita bipolar dikenal sebagai periode manik dan depresif, yang berbeda dari pasang surut suasana hati kebanyakan orang.

Dituliskan rethink.org, gangguan bipolar juga dikenal sebagai gangguan afektif bipolar, atau gangguan mood, setelah sebelumnya disebut depresi manik. Gangguan bipolar menyebabkan perubahan suasana hati tinggi dan rendah secara ekstrem. Di masa manik pengidap bipolar mengalami peningkatan energi, kegembiraan, perilaku implusif, dan agitasi. Sedang di masa depresi, pengidap akan kekurangan energi, merasa tidak berharga, harga diri rendah, pikiran untuk bunuh diri, dan kadang mengalami gejala psikotik, seperti melihat dan mendengar hal-hal yang terasa nyata namun tidak ada (halusinasi).

Helpguide.org menambahkan, selain gejala manik dan depresi, pengidap bipolar juga dapat mengalami gejala hipomania dan campuran. Gejala hipomania ialah bentuk manik yang tak terlalu parah, penderita akan merasa gembira, energik, produktif dan dapat tetap menjalankan aktifitas sehari-hari. Meski terlihat dalam kondisi baik, hipomania dapat mengakibatkan keputusan buruk yang merusak hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu hipomania dapat meningkat jadi manik atau diikuti episode depresi mayor.

Sedang gejala campuran ialah gabungan dari gejala manik atau hipomania dan depresi. Tanda-tanda umum dari gejala campuran termasuk depresi yang dikombinasikan dengan agitasi, lekas marah, kecemasan, insomnia, distractibility, dan fikiran  berlomba. Kombinasi energi tinggi dan suasana hati rendah ini sangat berisiko membuat penderita bunuh diri.

Dikutip dari blackdoginstitute.org, gejala bipolar selama fase manik termasuk kurang tidur atau tidak tidur, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan, berpacu dalam fikiran dan perkataan, sangat mudah tersinggung, tidak sabaran atau agresif, peningkatan aktivitas seksual, berpakaian lebih cerah, boros, merencanakan hal yang tidak realistis, konsentrasi buruk dan mudah terganggu. Sedang selama fase depresi termasuk kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya terasa menyenangkan, penarikan diri dari keluarga dan teman, sering tidur berlebihan, kehilangan energi dan merasa lelah, perlambatan fisik, perasaan bersalah, masalah konsentrasi dan pikiran untuk bunuh diri.  

Dilansir nami.org, usia rata-rata serangan bipolar pada umur sekitar 25 tahun, tetapi dapat terjadi juga pada remaja, dan jarang terjadi di masa kanak-kanak. Di Amerika Serikat gangguan bipolar secara rata mempengaruhi pria dan wanita, dengan tingkat penderita 2,8 persen, dan hampir 83 persen kasus diklasifikasikan dalam kondisi parah. Meski belum diketahui jelas apa penyebab bipolar, beberapa faktor pemicu penyakit bipolar termasuk genetika, lingkungan, penyakit fisik dan penyalahgunaan obat.

Segeralah cari pertolongan profesional saat Anda mengalami gejala serupa bipolar, guna mendapat diagnosa dan perawatan yang cepat dan tepat.

DELFI ANA HARAHAP

Baca: 11 Gejala Bipolar yang Perlu Diwaspadai


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT